Nobar Piala Dunia Dongkrak Peluang Usaha UMKM di Banda Aceh

  • 17 Jul 2026 10:36 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Perhelatan Piala Dunia 2026 dinilai memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi di Kota Banda Aceh. Meningkatnya aktivitas nonton bareng (nobar) di kedai kopi dan kafe membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner, untuk meningkatkan omzet penjualan.

Pengamat sepak bola Aceh, H. Aminullah Utsman, S.E., Ak., M.M., mengatakan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi melalui meningkatnya konsumsi di berbagai pusat keramaian.

Dalam dialog khusus Banda Aceh Menyapa RRI Banda Aceh, Senin, 13 Juli 2026, Aminullah menjelaskan bahwa Piala Dunia selalu menghadirkan peluang ekonomi bagi berbagai sektor usaha, mulai dari kedai kopi, restoran, hingga pelaku UMKM yang menyediakan makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

"Sepak bola ini sudah menghipnotis ekonomi dunia. Dengan adanya Piala Dunia, restoran, kafe, dan berbagai pelaku usaha memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan. Ini momen yang sangat penting dan berharga untuk dimanfaatkan," ujarnya.

Menurut Aminullah, budaya menyaksikan pertandingan sepak bola secara bersama-sama telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Aceh. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih menarik sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si., mengatakan euforia Piala Dunia memberikan dampak nyata terhadap meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai lokasi penyelenggaraan nonton bareng.

"Kami melihat sebelum pertandingan dimulai masyarakat sudah berkumpul di warung kopi, kafe hingga pos-pos pemuda. Di situlah produk UMKM seperti makanan, minuman, dan camilan banyak dibeli. Manfaatnya cukup besar bagi pelaku usaha," katanya.

Bukhari menambahkan, Pemerintah Kota Banda Aceh berencana menggelar kegiatan nonton bareng di sejumlah ruang publik dengan melibatkan UMKM lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM selama berlangsungnya Piala Dunia.

Aminullah juga mengingatkan bahwa peluang ekonomi dari sepak bola tidak hanya hadir saat Piala Dunia yang berlangsung empat tahun sekali. Menurutnya, berbagai kompetisi sepak bola internasional yang digelar sepanjang tahun juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengembangkan usaha.

"Piala Dunia memang empat tahun sekali, tetapi setiap tahun ada Liga Champions, Liga Inggris, Liga Spanyol, dan kompetisi lainnya. Semua itu bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Ia berharap pelaku UMKM mampu memanfaatkan setiap momentum olahraga sebagai peluang untuk berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas pasar sehingga pertumbuhan usaha dapat terus berlanjut, tidak hanya bergantung pada perhelatan Piala Dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....