Gedung ABIB, Jejak Sejarah Melayu
- 06 Jan 2026 21:03 WIB
- Ranai
KBRN, Natuna : Saya berkesempatan mengunjungi Gedung ABIB yang berada di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Bangunan tua ini bukan sekadar peninggalan fisik, tetapi menyimpan peran penting dalam perjalanan sejarah pemerintahan dan peradaban Melayu di masa Kesultanan Riau–Lingga.
Berdasarkan penelusuran dan pengalaman saya berada langsung di lokasi, Gedung ABIB dulunya difungsikan sebagai gedung administrasi pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan urusan keagamaan dan hukum adat Melayu. Nama ABIB sendiri merupakan singkatan dari Algemeene Bestuur en Inlandsche Bestuur, istilah pada masa kolonial Belanda yang merujuk pada tata kelola pemerintahan umum dan pemerintahan pribumi.
Gedung ini menjadi tempat berlangsungnya aktivitas administrasi antara pemerintah kolonial dan pemerintahan Kesultanan Melayu. Dari sinilah berbagai urusan penting dijalankan, mulai dari pengelolaan hukum Islam, pencatatan administrasi kesultanan, hingga koordinasi antara pejabat kolonial dengan elite Melayu yang bermukim di Pulau Penyengat.
Baca Juga : Bangkok-nya Tanjungpinang di Gunung Kijang
Saat berada di kawasan Gedung ABIB, saya melihat langsung kondisi bangunan yang kini mulai termakan usia. Dinding batu yang mengelupas, struktur jendela yang tersisa, serta bagian bangunan yang telah rusak menjadi bukti bahwa gedung ini telah melewati perjalanan waktu yang panjang. Meski demikian, nilai sejarah yang melekat pada Gedung ABIB masih terasa kuat.
Pulau Penyengat sendiri dikenal sebagai pusat pemerintahan, keagamaan, dan intelektual Melayu. Di pulau inilah para sultan, ulama, dan cendekiawan Melayu pernah bermukim dan berperan besar dalam perkembangan budaya serta bahasa Melayu. Keberadaan Gedung ABIB semakin menegaskan posisi strategis Pulau Penyengat dalam sejarah tersebut.
Bagi saya, mengunjungi Gedung ABIB bukan hanya melihat bangunan tua, tetapi merasakan langsung jejak tata pemerintahan dan kehidupan masyarakat Melayu di masa lalu. Gedung ini menjadi simbol penting hubungan antara adat, agama, dan pemerintahan yang pernah berjalan di Pulau Penyengat.
Ke depan, saya berharap Gedung ABIB mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Upaya pelestarian dan penataan kawasan diharapkan dapat menjadikan gedung bersejarah ini sebagai sarana edukasi sejarah Melayu bagi generasi muda dan wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....