Seribu Wajah di Atas Bukit Tanjungpinang

  • 03 Jan 2026 21:58 WIB
  •  Ranai

KBRN, Natuna : Tak lengkap rasanya berkunjung ke Kota Gurindam tanpa singgah ke Vihara Patung Seribu. Destinasi wisata religi yang satu ini kian populer dan viral di kalangan wisatawan karena keunikan arsitektur serta deretan patungnya yang instagramable. Meski berfungsi sebagai tempat ibadah umat Buddha, vihara ini terbuka bagi wisatawan umum yang ingin menikmati keindahan bangunan dan suasana alamnya.

Vihara yang memiliki nama resmi Vihara Ksitigarbha Bodhisattva ini menjadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Tanjungpinang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota, tepatnya berada di Jalan Asia Afrika, Tanjungpinang, dengan akses yang relatif mudah.

Penulis berkesempatan mengunjungi vihara ini saat berada di Tanjungpinang. Dari pusat kota, perjalanan dapat ditempuh menggunakan sepeda motor menuju Jalan Nusantara, kemudian masuk ke Jalan Asia Afrika. Pengunjung disarankan menggunakan aplikasi peta digital karena terdapat beberapa belokan, termasuk jalur sekitar satu kilometer yang melewati kawasan rawa dan vegetasi hijau sebelum tiba di lokasi.

Baca Juga : Perpusda Natuna Siapkan 5 Program Literasi 2026

Setibanya di area vihara, pengunjung diarahkan untuk memarkir kendaraan sesuai jenisnya. Area parkir cukup luas dan dikelola oleh petugas. Untuk masuk ke kawasan vihara, pengunjung dikenakan tiket retribusi sebesar Rp5.000 per orang.

Dari loket tiket, pengunjung langsung disuguhi pemandangan gapura megah dengan tiang-tiang beton tinggi yang dihiasi ornamen khas Tionghoa, seperti naga, singa, dan aksara China. Letak vihara yang berada di dataran cukup tinggi membuat panorama di sekitarnya tampak bersih dan istimewa, berpadu dengan birunya langit serta putihnya awan yang menyerupai lukisan alam.

Foto pesona keindahan Vihara Bodhisattva diambil dari dalam dengan bangunan benteng dan patung dewa berjajar (Foto :RRI/ Erik Muhammad)

Di bagian depan kompleks berdiri patung Buddha atau Bodhisattva berukuran besar yang menjadi ikon utama vihara. Sementara di bagian belakang, terdapat deretan patung yang dikenal luas sebagai Patung Seribu. Meski disebut seribu, jumlah patung di kawasan ini sebenarnya hanya sekitar 500 patung Arahat atau Lohan, serta lebih dari 40 patung dewa.

Keunikan patung-patung tersebut terletak pada detailnya. Setiap patung memiliki ekspresi wajah, postur tubuh, dan atribut yang berbeda satu sama lain. Konon, patung-patung ini diimpor langsung dari Tiongkok dan ditata berjajar rapi sehingga menciptakan panorama unik yang mencerminkan beragam ekspresi dan karakter manusia.

Dalam tradisi Buddha, Arahat atau Lohan adalah sebutan bagi mereka yang telah mencapai tingkat pencerahan tertinggi setelah mengikuti ajaran Sang Buddha. Keberadaan ratusan patung ini melambangkan perjalanan spiritual serta keragaman pengalaman hidup manusia.

Pembangunan Vihara Ksitigarbha Bodhisattva dimulai sekitar tahun 2003 dan rampung pada 2014. Awalnya, vihara ini dibangun sebagai tempat ibadah umat Buddha setempat. Seiring waktu, kompleks vihara kemudian dibuka untuk umum sebagai objek wisata religi sejak sekitar 2017.

Kini, Vihara Patung Seribu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama saat musim liburan. Tak hanya menawarkan keindahan arsitektur dan nilai spiritual, suasana alam hijau yang mengelilingi kawasan vihara memberikan ketenangan tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....