Tekan Inflasi 2026, Pemkab Natuna Gelar Rakor Lintas OPD dan Sektoral
- 15 Apr 2026 08:12 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna – Potensi inflasi dari masa ke masa di Indonesia menunjukkan dinamika yang signifikan, mulai dari hiperinflasi ekstrem hingga periode stabilitas yang lebih terjaga. Inflasi didorong oleh berbagai faktor, seperti kebijakan moneter, stabilitas politik, gangguan suplai, dan permintaan masyarakat yang meningkat.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna bergerak cepat dalam pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 dengan menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, pada Selasa 14 April 2026. Rapat yang dipimpin oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan dan diikuti oleh seluruh OPD dan Pertamina serta sejumlah stakeholder lainnya. Cen Sui Lan pada kesempatan itu menegaskan, pentingnya langkah konkret dan aksi cepat dalam mengantisipasi potensi kenaikan inflasi di daerah. Ia menyebutkan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk dengan pihak Bank Indonesia (BI). Dari rapat tersebut, kenaikan harga tiket pesawat dari dan ke Natuna menjadi salah satu diskusi yang dibahas selain persoalan lainnya.
“Nanti ketika kedatangan tim dari BI, kita akan berdiskusi bersama untuk mencari solusi menekan kenaikan inflasi di Natuna. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah tingginya harga tiket pesawat ke Natuna,” Kata Cen Sui Lan.

Pada rapat ini Pemkab Natuna juga membahas berbagai permasalahan yang terjadi pada sektor-sektor yang dapat mempengaruhi inflasi. Adapun titik tekan rapat tersebut berada pada sektor pangan. Yang mana ketersediaan dan harga bahan pangan harus dapat dijaga kesetabilannya. Terungkap bahwa harga barang, terutama sekali beras sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi sesuai dengan merek dan sumber beras. Begitu juga dengan distribusinya, yang mana distribusi ke Natuna harus menjadi perhatian untuk kelancaran pengiriman dan kedatangan barang.
“Jadwal kapal dan pesawat harus dapat kita jaga agar tetap lancar. Namun kalau bisa kita tambahkan lagi. Kemarin kita telah menyampaikan kepada pihak Lanud Raden Sajad tentang peswat Paum, di setujui jadwalnya ditetapkan ke Natuna. Meskipun demikian kita akan bersurat ke pusat sebagai usulan dan segera kita konsep dan kirim ke pusat,” Ucap Bupati Natuna Itu.
Kemudian pada rapat itu dibahasa juga ketersediaan dan harga berbagai jenis komuditas seperti cabai, bawang dan berbagai jenis komuditas lain yang dipasok dari luar daerah.
“Sehingga ini rantai distribusinya harus kita jaga betul. Jangan sampai ini membuat kita kekurangan barang dan membuat harganya melambung tinggi. Bila perlu potensi yang sudah ada di dalam daerah kita tingkatkan untuk membantu menjamin ketersediaan,” tegas Bupati Cen.
Selain itu, rapat tersebut juga membahas terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dititikberatkan pada upaya menjamin ketersediaan minyak tanah dan keamanan distribusinya kepada masyarakat. Ditekankan juga upaya persiapan menyongsong kebijakan konversi minyak tanah ke gas di Natuna yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat untuk diterapkan di Natuna. Sementara ketersediaan ikan di Natuna dinyatakan aman karena didukung oleh keberadaan cold storage yang sudah tersebar di berbagai wilayah di Natuna. Pada akhirnya rapat tersebut melahirkan tiga kesimpulan yang meliputi perlunya melakukan Sidak kembali terhadap ketersediaan dan harga pangan dan perlunya menggelar operasi pasar karena dalam waktu berdekatan akan datang momen Hari Raya Idul Adha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....