Temekok Tradisi Manis Takjil Natuna
- 07 Mar 2026 18:51 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Temekok menjadi salah satu kue tradisional yang masih bertahan di Natuna hingga saat ini. Meski tampil sederhana, kue ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Setiap potong temekok dibuat dengan ukuran seragam. Tidak ada tambahan topping modern karena keunikan kue ini terletak pada teksturnya yang lembut.
| Baca juga: Temekok, Lembutnya Takjil Ramadhan |
Sensasi manis yang muncul di akhir gigitan menjadi ciri khas temekok. Rasa tersebut membuatnya terasa ringan dan cocok sebagai hidangan pembuka saat berbuka puasa.
Setelah matang, temekok biasanya didinginkan terlebih dahulu. Kemudian kue disusun rapi dalam kotak bening sebelum dipasarkan kepada pembeli.
| Baca juga: Takjil Gratis dan Bazar Preloved |
Keahlian membuat temekok juga diwariskan secara turun-temurun. Banyak pembuat kue yang mempelajari resepnya dari orang tua mereka sejak kecil.
“Saya belajar membuat temekok dari orang tua saya, dan cara membuatnya tetap dipertahankan supaya teksturnya lembut seperti dulu,” ujar Yulia Rapita kepada RRI, Selasa 2 Maret 2026.
Di bulan Ramadhan, temekok menjadi pilihan takjil yang mudah dinikmati semua usia. Dari dapur Kedai Jajanan Gen Z di Jalan Air Lakon, kue tradisional ini terus dikukus setiap hari untuk memenuhi permintaan masyarakat.
Kehadirannya bukan hanya sebagai makanan ringan. Temekok juga menjadi simbol tradisi kuliner yang tetap hidup di tengah masyarakat Natuna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....