Perjuangan Maksimal Jojo di Final Indonesia Open
- 09 Jun 2026 06:01 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Langkah tunggal putra andalan tuan rumah, Jonatan Christie, harus terhenti secara tragis setelah dipaksa bertekuk lutut di hadapan wakil Kanada, Victor Lai, pada babak final turnamen Polytron Indonesia Open 2026, Minggu 7 Juni 2026. Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini gagal menuntaskan misi revans dan kalah lewat permainan dua gim langsung dengan skor akhir 19-21 dan 8-21.
Kekalahan menyakitkan di partai puncak turnamen level BWF Super 1000 ini seketika memupus mimpi besar Jojo untuk mengakhiri puasa gelar tunggal putra di rumah sendiri. Hasil minor tersebut sekaligus memaksa publik badminton tanah air harus puas menyaksikan trofi tertinggi sektor tunggal putra dibawa pulang oleh sang pemain kejutan asal Kanada.
Pada awal gim pertama, Jojo sebenarnya sempat memperlihatkan indikasi positif dengan langsung memperagakan skema permainan ofensif yang cukup rapi. Tensi pertandingan pun berjalan sangat ketat karena kedua pebulu tangkis papan atas ini saling terlibat aksi kejar-mengejar angka secara intens hingga beberapa kali tercipta kedudukan kembar.
Namun, kendali permainan perlahan mulai lepas dari genggaman wakil Indonesia akibat ketangguhan Victor yang tampil jauh lebih tenang dan konsisten di poin-poin krusial. Gim pembuka akhirnya terpaksa dilepas Jojo dengan skor tipis 19-21 setelah akurasi pukulan pengembalian bolanya melebar ke luar garis lapangan.
Memasuki gim kedua, jalannya pertandingan justru berbalik menjadi sangat kontras karena dominasi penuh langsung diperlihatkan oleh Victor sejak servis pertama dilepaskan. Tanpa ampun, pemain Kanada tersebut langsung melesat dengan mengemas enam angka beruntun yang membuat Jojo benar-benar mati kutu dan kehilangan fokus bertanding.
Tekanan demi tekanan yang dilancarkan Victor secara konsisten membuat Jojo semakin frustrasi dan kesulitan untuk menemukan kembali ritme permainan terbaiknya. Pertandingan akhirnya ditutup secara antiklimaks lewat kemenangan telak Victor 21-8 pada gim kedua setelah pengembalian bola Jojo kembali membentur net pada momen championship point.
Evaluasi menyeluruh mengenai penurunan stamina serta kontrol emosi di atas lapangan kini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi Jojo bersama jajaran tim pelatih pelatnas. Kendati gagal berdiri di podium tertinggi, perjuangan spartan Jojo sejak babak awal turnamen tetap layak mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh pencinta olahraga tepok bulu tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....