Mengenal Tingkat Panas Api Berdasarkan Warnanya

  • 15 Jul 2026 15:59 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Api dapat menghasilkan berbagai warna, seperti merah, kuning, hijau, hingga biru. Warna-warna tersebut tidak hanya menarik untuk dilihat, tetapi juga memberikan gambaran mengenai suhu pembakaran dan zat yang sedang terbakar. Memahami warna api dapat membantu kita mengenali proses pembakaran yang terjadi, terutama saat menggunakan kompor gas atau peralatan memasak lainnya.

Dikutip dari laman Encyclopaedia Britannica, warna api dipengaruhi oleh suhu pembakaran serta jenis unsur atau senyawa yang ikut terbakar. Secara umum, semakin tinggi suhu pembakaran dan semakin sempurna pasokan oksigen, warna api akan bergeser dari merah menuju biru.

Berikut perbedaan warna api beserta kisaran suhunya :

  • Api merah (±600–800°C)

    Merupakan api dengan suhu paling rendah. Warna ini biasanya terlihat pada bara kayu, arang yang mulai menyala, atau nyala api yang kekurangan oksigen.

  • Api kuning (±1.000–1.200°C)

    Api kuning sering dijumpai pada lilin atau kompor yang pembakarannya kurang sempurna. Warna ini muncul karena adanya partikel karbon (jelaga) yang berpijar. Meski suhunya cukup tinggi, pembakaran dengan api kuning cenderung kurang efisien dan menghasilkan lebih banyak asap.

  • Api hijau (±1.200–1.400°C)

    Api berwarna hijau relatif jarang dijumpai dalam penggunaan sehari-hari. Warna ini umumnya muncul ketika terdapat unsur logam tertentu, seperti tembaga atau boron, yang ikut terbakar. Oleh karena itu, api hijau lebih sering terlihat dalam percobaan laboratorium, kembang api, atau proses industri dibandingkan pada kompor rumah tangga.

  • Api biru (±1.300–1.500°C)

    ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Api biru menunjukkan pembakaran yang paling sempurna karena campuran bahan bakar dan oksigen berada pada kondisi ideal. Warna ini merupakan indikator bahwa kompor gas bekerja dengan baik. Api biru menghasilkan panas yang lebih merata, lebih hemat bahan bakar, serta menghasilkan lebih sedikit asap dan jelaga.

Dalam kehidupan sehari-hari, warna api juga dapat menjadi petunjuk kondisi peralatan memasak. Jika kompor gas yang biasanya menghasilkan api biru berubah menjadi kuning atau kemerahan, kemungkinan terdapat kotoran pada burner atau aliran udara yang terhambat. Membersihkan kompor secara rutin akan membantu menjaga kualitas pembakaran sehingga memasak menjadi lebih cepat, hemat energi, dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....