Es Cendol Natuna Tetap Digemari Masyarakat
- 24 Jan 2026 19:06 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Es cendol Natuna menjadi salah satu minuman tradisional yang masih digemari masyarakat hingga saat ini. Minuman ini kerap dijumpai di pasar tradisional, acara masyarakat, hingga dijual oleh pedagang kaki lima sebagai pelepas dahaga.
Es cendol merupakan minuman tradisional Indonesia yang berbahan dasar tepung beras atau tepung sagu, disajikan dengan santan dan gula merah cair. Menurut Winarno dalam buku Pangan Tradisional Nusantara (2014), cendol termasuk minuman tradisional yang telah lama dikonsumsi masyarakat karena mudah dibuat dan menggunakan bahan lokal.
| Baca juga: Tips Membuat Jus Buah Nanas Segar |
Di Natuna, es cendol umumnya dibuat dengan cita rasa khas yang disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Penggunaan santan segar dan gula merah alami menjadikan rasa es cendol Natuna lebih gurih dan manis seimbang, sebagaimana dijelaskan oleh Sastroamidjojo dalam Teknologi Pengolahan Pangan Tradisional (2001) yang menyebutkan kualitas bahan sangat mempengaruhi rasa produk pangan tradisional.
Dari sisi gizi, es cendol mengandung karbohidrat sebagai sumber energi dari tepung dan gula merah. Winarno dalam buku Kimia Pangan dan Gizi (2002) menyebutkan bahwa karbohidrat sederhana berperan sebagai sumber energi cepat bagi tubuh, terutama saat dikonsumsi dalam kondisi cuaca panas.
Selain sebagai minuman penyegar, es cendol juga memiliki nilai ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Menurut Suryaningrum dalam buku Pengembangan Produk Pangan Lokal (2016), pangan tradisional yang dikembangkan secara konsisten dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dan mendukung ekonomi lokal.
Keberadaan es cendol Natuna tidak hanya berfungsi sebagai minuman, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner daerah. Pelestarian minuman tradisional seperti es cendol dinilai penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal secara berkelanjutan, sebagaimana dikemukakan oleh Soekarto dalam Pangan Tradisional sebagai Warisan Budaya (2010).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....