Waspada Kontaminasi Silang di Dapur, Kenali Cara Mencegahnya
- 17 Sep 2026 09:55 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Ranai - Kontaminasi silang di dapur dapat terjadi ketika bakteri atau mikroorganisme dari satu bahan makanan berpindah ke makanan, tangan, maupun peralatan lainnya. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko makanan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi.
Salah satu contoh kontaminasi silang adalah penggunaan talenan yang sama untuk memotong daging mentah dan sayuran tanpa dicuci terlebih dahulu. Risiko serupa juga dapat terjadi ketika tangan yang baru menyentuh daging mentah kemudian digunakan untuk memegang makanan lain.
Kontaminasi silang juga bisa terjadi akibat cipratan cairan dari daging mentah yang mengenai makanan atau peralatan dapur di sekitarnya. Selain itu, menyimpan daging mentah berdekatan dengan sayuran di dalam kulkas dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perpindahan mikroorganisme.
Peralatan pembersih seperti lap dan spons juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme jika digunakan berulang kali tanpa dicuci dan dibersihkan. Karena itu, kebersihan tangan, peralatan, serta permukaan dapur menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan.
| Baca juga: Cara Tepat Merawat Sikat Gigi |
Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM melalui informasi pada akun @bpom_ri dan @pmpupangan.bpom mengingatkan pentingnya melakukan zonasi makanan di dalam kulkas untuk mencegah kontaminasi silang. Penataan makanan berdasarkan jenisnya dapat membantu mengurangi risiko cairan dari bahan mentah mengenai makanan lain.
Pada rak atas, makanan siap santap, kue, dan sisa makanan matang dapat ditempatkan, sedangkan rak tengah digunakan untuk produk susu, telur, dan makanan kemasan. Sementara itu, daging, ayam, dan ikan mentah sebaiknya disimpan di rak bawah dalam wadah tertutup, dengan suhu chiller sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius untuk penyimpanan satu hingga dua hari.
Untuk penyimpanan lebih lama, daging, ayam, dan ikan mentah dapat ditempatkan di freezer bersuhu sekitar minus 18 derajat Celsius selama enam hingga 12 bulan, sesuai jenis dan kondisi produknya. Adapun laci paling bawah dapat dikhususkan untuk menyimpan sayuran dan buah-buahan segar, sehingga penataan makanan yang tepat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga keamanan pangan di rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....