Waspada Ancaman Mikroplastik dari Peralatan Dapur

  • 05 Mei 2026 09:41 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Aktivitas memasak yang tampak sederhana ternyata dapat menjadi jalur paparan mikroplastik tanpa kita sadari. Ahli material plastik, Adam Febrianto Nugraha, PhD, mengingatkan adanya risiko tambahan berupa serpihan mikroplastik yang muncul dari peralatan dapur yang sudah aus.

Goresan Talenan dan Partikel Tak Terlihat

Salah satu sumber yang kerap luput dari perhatian adalah talenan plastik. Penggunaan berulang, terutama saat memotong dengan tekanan pisau, meninggalkan banyak goresan di permukaannya. Goresan ini bukan sekadar tanda pakai, tetapi juga titik lepasnya partikel kecil.

"Saat pisau menggores talenan plastik, serpihan-serpihan kecil yang tidak kasat mata atau mikroplastik bisa terlepas. Serpihan ini kemudian menempel pada sayuran atau daging yang sedang kita potong," jelas Adam.

Partikel tersebut dapat ikut termasak dan akhirnya tertelan bersama makanan. Karena ukurannya sangat kecil, kita tidak dapat melihat atau merasakannya secara langsung.

Serat Pakaian di Udara

Paparan mikroplastik tidak hanya berasal dari peralatan dapur. Pakaian berbahan poliester—yang pada dasarnya merupakan turunan plastik—dapat melepaskan serat mikro saat dicuci atau bergesekan. Serat ini ringan, mudah melayang di udara, dan berpotensi jatuh ke makanan yang sedang disiapkan, terutama di ruang dapur yang terbuka.

Fenomena ini menunjukkan bahwa mikroplastik telah menjadi bagian dari lingkungan domestik sehari-hari, bukan hanya persoalan sampah di laut.

Alternatif Material yang Lebih Minim Risiko

Meski tidak ada material yang sepenuhnya tanpa risiko, penggunaan bahan alami untuk aktivitas pemotongan intensif dapat menjadi langkah preventif.

"Talenan kayu seringkali dianggap lebih kuno, namun dari sisi risiko mikroplastik, ia jauh lebih aman. Meskipun kayu juga bisa tergores, serpihan kayu bersifat alami dan lebih mudah diproses oleh alam dibandingkan partikel plastik," tambahnya.

Dengan kata lain, serpihan kayu cenderung lebih mudah terurai secara alami dibandingkan partikel sintetis yang persisten di lingkungan maupun tubuh.

Pentingnya Pencegahan Dini

Dampak jangka panjang mikroplastik dalam tubuh manusia masih terus diteliti dalam bidang medis dan toksikologi. Namun, prinsip kehati-hatian tetap relevan: mengurangi paparan partikel sintetis adalah langkah rasional untuk menjaga kesehatan.

Secara praktis, masyarakat disarankan rutin memeriksa kondisi peralatan dapur. Talenan plastik yang sudah penuh goresan dalam atau tampak “berbopeng” sebaiknya segera diganti. Langkah sederhana ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan pangan di tingkat rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....