Overthinking Berkepanjangan Bisa Berdampak pada Kesehatan Jantung

  • 16 Sep 2026 17:50 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Overthinking sering dianggap hanya sebagai kebiasaan berpikir berlebihan yang berdampak pada pikiran. Padahal, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan stres berkepanjangan yang juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik, termasuk jantung.

Melansir dari @prodia_ohi, American Heart Association atau AHA menyebutkan bahwa stres kronis merupakan salah satu faktor risiko independen terhadap perkembangan penyakit kardiovaskular. Meski demikian, overthinking tidak secara langsung merusak organ jantung, tetapi dapat berkaitan dengan stres yang berlangsung terus-menerus.

Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh dapat melepaskan hormon adrenalin dan kortisol yang menyebabkan detak jantung, laju pernapasan, serta tekanan darah meningkat. Jika kondisi tersebut terjadi berulang dalam jangka panjang, beban kerja jantung dan pembuluh darah juga dapat meningkat.

Stres dan kecemasan juga tidak dapat dipisahkan dari berbagai kebiasaan yang berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Dalam kondisi tertekan, seseorang dapat lebih mudah terdorong untuk merokok, makan berlebihan, atau mengurangi aktivitas fisik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dampak stres terhadap kesehatan jantung juga bukan hanya menjadi perhatian bagi kelompok lanjut usia. Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan depresi pada kelompok usia 18 hingga 34 tahun berkaitan dengan kondisi kesehatan jantung yang lebih buruk, sehingga pekerja dan masyarakat usia produktif juga perlu memperhatikan pengelolaan stres.

Overthinking sesekali tidak berarti seseorang akan langsung mengalami penyakit jantung. Namun, apabila berlangsung terus-menerus dan mengganggu kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut perlu diperhatikan dengan menerapkan pola hidup sehat serta mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Untuk membantu mengelola overthinking, masyarakat dapat melakukan aktivitas fisik secara rutin, menerapkan teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam, serta memastikan tidur yang cukup sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Menjaga komunikasi dengan orang terdekat, tidak memendam masalah sendiri, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....