Pemicu Serangan Panik atau Panic Attack

  • 07 Sep 2026 15:51 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Pernahkah kamu merasa cemas dan takut secara tiba-tiba disertai mual, gemetar, dan detak jantung berdegup kencang? Jika iya, mungkin saja kamu mengalami serangan panik.

Serangan panik memang bisa dialami oleh siapa saja. Kondisi ini juga dapat muncul kapan pun, baik saat beraktivitas atau beristirahat. Lantas, apa yang disebut dengan panic attack atau serangan panik.

Gangguan panik lebih berisiko dialami oleh orang yang pernah mengalami peristiwa traumatis, memiliki riwayat keluarga dengan gangguan serupa, atau sedang mengalami gangguan mental lain. Penanganan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Penyebab gangguan panik belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat adanya kelainan di bagian otak bernama amigdala. Pada penderita gangguan panik, amigdala mengeluarkan respons berlebihan terhadap rasa takut pada benda, orang, atau situasi tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya.

Meski penyebab gangguan panik belum diketahui, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kondisi ini, yaitu :

1.Memiliki keluarga yang menderita gangguan panik

2.Menderita penyakit mental lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan

3.Mengalami kejadian traumatis, seperti kecelakaan, kekerasan fisik, atau kekerasan seksual

4.Mengalami perubahan drastis dalam hidup, seperti perceraian, kematian orang tercinta, atau kehilangan pekerjaan

Pengobatan gangguan panik bertujuan untuk mengurangi intensitas dan frekuensi serangan panik, serta membantu meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Ada dua metode untuk mengatasi gangguan panik, yaitu :

Salah satu jenis psikoterapi yang direkomendasikan untuk menangani gangguan panik adalah terapi pelaku kognitif . Dokter juga bisa meresepkan obat-obatan untuk mengatasi gangguan panik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....