Cara Mendeteksi Aritmia pada Tubuh
- 25 Apr 2026 16:48 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Aritmia adalah gangguan yang terjadi pada irama jantung. Melansir dari Alodokter, penderita aritmia bisa merasakan irama jantungnya terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Sebenarnya, aritmia normal terjadi pada kondisi jantung yang sehat. Namun, bila terjadi terus menerus atau berulang, aritmia bisa menandakan adanya masalah pada organ jantung. Lalu bagaimana cara mendeteksi Aritmia pada tubuh kita?
Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Jika ada anak muda yang kelihatannya bugar lalu tiba-tiba pingsan, maka jangan selalu berpikir itu hal yang mistis, kadang jawabannya itu lebih sederhana dan lebih serius. Bisa jadi sistem listrik di jantungnya bermasalah tapi tidak terdeteksi. Ada beberapa cara mendeteksi Aritmia pada tubuh kita
Selalu perhatikan tanda pada tubuh. Tubuh sering memberi gejala sebelum penyakitnya parah. Jika jantung Anda sering berdebar mendadak apalagi disertai keluhan seperti pusing, lemas, sesak, atau nyeri dada, maka jangan anggap remeh. Selain itu rekam juga polanya di kepala dan kapan terjadinya? Saat begadang, saat habis kopi, saat olahraga, atau saat stres. Apakah berlangsung selama beberapa detik, beberapa menit, atau lebih lama dari itu? Apakah detaknya terasa sangat cepat, sangat kuat, atau seperti loncat-loncat? Nah, informasi sederhana seperti ini sangat membantu dokter menilai apakah itu debaran biasa atau sesuatu yang perlu diperiksa lebih serius.
Cek denyut nadi Anda. Nah, ini terdengar sederhana, tapi seringkiali diabaikan.
Pergelangan tangan kita bisa jadi jendela kecil untuk melihat ritme jantung kita. Coba raba nadi di pergelangan tangan Anda dengan menggunakan dua atau tiga jari. Lalu tempelkan sejajar dengan ibu jari. Nah, ini adalah arteri radialis.
Anda bisa meraba denyut jantung Anda di sini. Normalnya irama terasa cukup teratur seperti ketukan drum yang rapi. Tapi kalau terasa terlalu cepat saat sedang santai atau terlalu lambat disertai keluhan atau ritmenya kacau seperti drummer sedang rebutan stik maka perlu diwaspadai. Tidak semua keteraturan itu berbahaya, tapi ketidakteraturan yang berulang apalagi yang disertai gejala harus dievaluasi.
Lakukan pemeriksaan EKG. Nah, ini merupakan pemeriksaan yang sederhana, yang cepat, dan sangat membantu. EKG itu seperti foto aktivitas tristik jantung saat itu juga.
Masalahnya aritmia itu tidak selalu muncul tepat saat diperiksa. Jadi, kalau misalnya EKG biasa itu normal bukan berarti keluhannya pasti imajinasi, bisa saja gangguan iramanya datang dan pergi. Pada kondisi seperti ini, dokter bisa menyalankan holter monitoring, yaitu alat prekam EKG yang dipakai 24 jam atau lebih seperti memasang CCTV pada listrik jantung. Nah, hal ini penting karena ada gangguan yang hanya muncul saat pasien itu sedang capek, saat tidur, saat emosi, atau tiba-tiba tanpa aba-aba. Nah, kalau hanya diperiksa selama 1 menit lewat EKG maka bisa lolos.
Baca juga: Cara Diet yang Benar untuk PemulaPerhatikan riwayat keluarga. Nah, ini poin yang sangat penting dan sering tidak ditanyakan di tongkrongan. Coba diingat, apakah ada anggota keluarga yang meninggal mendadak di usia muda, terutama mungkin saat tidur, saat olahraga, atau mungkin tanpa sebab yang jelas. Apakah ada yang punya riwayat pingsan berulang, kejang yang ternyata bukan kejang syaraf atau dipasang alat pacu jantung di usia relatif muda? Beberapa gangguan irama memang punya komponen genetik. Jadi jika ada riwayat dalam keluarga maka jangan anggap itu sekedar garis keturunan kuat. Kuat dari luar belum tentu kabelnya itu aman. Riwayat keluarga bisa jadi petunjuk besar bahwa seseorang itu perlu evaluasi lebih lanjut.
Jangan meremehkan pemicu gaya hidup. kurang tidur, konsumsi minuman energi yang berlebihan, kopi yang berlapis-lapis, stres kronis, merokok, vaping, dan olahraga berat tanpa persiapan bisa menjadi pemicu masalah pada orang yang rentan. Banyak orang yang merasa hidupnya itu baru dimulai setelah diawali dengan secangkir kopi. Tapi jika jantung Anda sering protes dan Anda masih siram dengan kafein, kurang tidur, lalu tambah pekerjaan yang penuh dengan tekanan, maka itu seperti alarm kebakaran yang bunyi. Tubuh itu ada batasnya, dan jantung muda bukan berarti jantungnya kebal.
Jangan menunggu sampai pingsan. Nah, ini kesalahan yang sering terjadi pada banyak orang. Banyak orang merasa selama belum tumbang berarti aman. Padahal pada sebagian kasus pingsan itu justru bisa menjadi tanda bahwa suplai darah ke otak sempat turun karena irama jantungnya kacau. Apalagi kalau pingsannya terjadi saat olahraga, saat lari, saat futsal, saat gym, atau disertai palpitasi sebelumnya. Nah, itu sudah menunjukkan lampu merah. Sangat bahaya misalnya selama beberapa menit otaknya tidak mendapat oksigen, dan bisa rusak permanen. Kalau hanya sekali berdebar memang tidak selalu berarti bahaya. Tapi jika ada kombinasi antara berdebar disertai sesak, pusing, nyeri dada, atau riwayat keluarga yang buruk, maka jangan tunda periksa. Karena pada gangguan irama tertentu, kejadian pertama yang berat itu bisa datang tanpa banyak peringatan.
Pahami bahwa tidak semua aritmia itu sama. Ada yang relatif jinak, ada yang perlu obat, ada yang perlu tindakan seperti ablasi, dan pada kondisi tertentu bisa membutuhkan alat pacu jantung atau alat kejut internal yang dipasang di bahu.
Jadi, jangan langsung panik ketika dengar kata aritmia, tapi jangan juga terlalu tenang. dan yang kita butuhkan adalah evaluasi yang tepat. Diagnosis yang benar akan menentukan langkah yang benar. Kadang cukup perbaikan gaya hidup dan observasi. Kadang perlu pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi, tes darah, treadmill stress test, atau monitoring ritme jangka panjang. Yang bahaya itu bukan hanya penyakitnya, tapi juga kebiasaan menunda sambil berharap gejalanya hilang sendiri.
Jantung tidak selalu berteriak, kadang dia hanya berbisik, berdebar berulang, mudah pusing, cepat capek, nyaris pingsan, atau pingsan mendadak. Itu bukan sesuatu yang layak dinormalisasi hanya karena usianya masih muda. Muda itu bonus, bukan jaminan sehat. Badan yang tampak sehat dari luar belum tentu bebas masalah di dalam. Dan makin cepat ketahuan, makin besar peluang untuk mencegah hal yang lebih berat. Lebih baik periksa terlalu ternyata aman daripada merasa aman padahal belum pernah diperiksa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....