Makna Bayi Mengangkat Tangan saat Tidur

  • 24 Agt 2026 07:46 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna:Bayi memiliki pola tidur dan gerakan tubuh yang berbeda dengan orang dewasa. Ketika tidur, bayi dapat melakukan berbagai gerakan, termasuk menggerakkan tangan, kaki, atau mengubah ekspresi wajah. Salah satu hal yang sering diperhatikan orang tua adalah ketika bayi tidur dengan kedua tangan terangkat ke atas.

Posisi tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa bayi sedang mengalami masalah,berdasarkan informasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tidur bayi terdiri dari beberapa fase dan pada fase tidur aktif atau REM, bayi dapat menunjukkan aktivitas tubuh yang berbeda dibandingkan saat tidur tenang. Pada fase ini, napas dapat menjadi tidak teratur, tubuh cenderung tegang, dan bayi lebih mudah terbangun.

Pada masa awal kehidupan, kemampuan mengendalikan gerakan tangan bayi memang masih berkembang, IDAI menjelaskan bahwa ketika baru lahir, telapak tangan bayi umumnya lebih banyak berada dalam posisi menggenggam. Seiring bertambahnya usia, kemampuan mengendalikan tangan dan jari akan berkembang secara bertahap.

Perkembangan tersebut membuat bayi semakin sering melakukan berbagai gerakan dengan tangannya,pada sekitar usia tiga bulan, misalnya, bayi mulai mampu mempertemukan kedua tangan di bagian tengah tubuh atau di atas dada. Karena kemampuan motoriknya masih berkembang, gerakan tangan saat bayi tidur dapat menjadi bagian dari aktivitas tubuh yang normal.

Tidur bayi tidak berlangsung dalam keadaan yang sama sepanjang waktu,IDAI menjelaskan bahwa terdapat fase tidur REM atau tidur aktif dan fase non-REM atau tidur tenang. Pada tidur REM, aktivitas otak dan tubuh bayi lebih tinggi sehingga bayi dapat terlihat lebih aktif meskipun sebenarnya sedang tidur.

Dalam fase tidur aktif tersebut, orang tua mungkin melihat bayi bergerak, mengubah posisi tangan, atau melakukan gerakan kecil lainnya. Oleh karena itu, ketika bayi mengangkat tangannya saat tidur tetapi tetap terlihat nyaman dan tidak menunjukkan tanda gangguan, kondisi tersebut tidak otomatis berarti ada sesuatu yang berbahaya.

Orang tua terkadang menghubungkan posisi tangan bayi dengan berbagai hal, misalnya bayi sedang merasa nyaman, sedang bermimpi, atau sedang menunjukkan sesuatu. Namun, posisi tangan saja tidak cukup untuk menentukan kondisi bayi secara pasti,pengamatan perlu dilakukan dengan melihat keadaan bayi secara keseluruhan.

Hal yang lebih penting adalah memperhatikan apakah bayi tampak nyaman, bernapas dengan baik, dapat tidur dengan tenang, dan mengalami perkembangan sesuai usianya. IDAI menekankan pentingnya memantau perkembangan motorik bayi karena kemampuan gerak tangan dan tubuh berkembang secara bertahap sejak lahir.

Selain memperhatikan gerakan tangan, orang tua perlu memastikan bayi tidur dalam lingkungan yang aman. IDAI menganjurkan bayi diposisikan telentang setiap kali tidur sampai usia satu tahun karena posisi telentang dapat membantu mengurangi risiko sindrom kematian mendadak pada bayi atau SIDS.

Tempat tidur bayi juga sebaiknya menggunakan permukaan yang rata dan cukup padat. Bantal, guling, boneka, kain, atau benda lunak lainnya sebaiknya tidak diletakkan di sekitar bayi karena dapat meningkatkan risiko wajah atau kepala bayi tertutup maupun tubuhnya terperangkap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....