Terlalu Sering Makan Gurih Bisa Picu Hipertensi, Ini Alasannya

  • 23 Agt 2026 05:07 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Makanan dengan cita rasa gurih seperti ciki-cikian, aci-acian, mi instan, seblak, hingga berbagai makanan berbumbu kuat kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Namun, di balik rasa yang menggugah selera, makanan tersebut berpotensi mengandung natrium dalam jumlah tinggi jika dikonsumsi terlalu sering.

Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan konsumsi natrium maksimal 2.000 miligram per hari atau setara dengan sekitar 5 gram garam, yakni satu sendok teh. Tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi makanan gurih dapat membuat asupan natrium harian melebihi batas yang dianjurkan.

Melansir dari unggahan Instagram @prodia_ohi, natrium berlebih dapat memengaruhi tekanan darah karena tubuh menahan lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan kadar garam dalam darah. Kondisi tersebut meningkatkan volume darah sehingga jantung harus bekerja lebih keras dan memberikan tekanan lebih besar pada dinding pembuluh darah.

Jika berlangsung terus-menerus, tekanan tersebut dapat membuat pembuluh darah menyempit dan kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, tekanan darah dapat meningkat secara perlahan dan dalam jangka panjang berisiko berkembang menjadi hipertensi.

Selain hipertensi, konsumsi natrium berlebihan juga dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan. Di antaranya adalah pembengkakan atau edema, rasa haus berlebihan, meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke, serta bertambahnya beban kerja ginjal dalam menyaring cairan tubuh.

Asupan natrium yang terlalu tinggi juga dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan lainnya, termasuk peradangan pada saluran pencernaan dan peningkatan risiko masalah pada saluran pencernaan. Dalam jangka panjang, pola makan yang tidak seimbang juga dapat berkontribusi terhadap penurunan kepadatan tulang atau osteoporosis.

Untuk mencegah dampak buruk tersebut, masyarakat dianjurkan mengurangi penggunaan garam dan penyedap rasa dengan memanfaatkan rempah-rempah alami. Konsumsi makanan instan sebaiknya dibatasi, label kandungan natrium pada kemasan perlu diperhatikan, serta perbanyak buah dan sayuran yang kaya kalium, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, mencukupi kebutuhan cairan dan tidur, serta mengelola stres dengan cara yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....