Beberapa Tanda Perut Buncit yang Masuk ke Fase Bahaya

  • 21 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Apakah Anda sering mendengar candaan yang mengatakan kalau perut buncit itu tanda makmur atau tanda bahagia karena banyak makan enak? Hati-hati ya di dunia medis, perut buncit itu bukan tanda kemakmuran, tapi tanda kalau gudang lemak kita itu sudah kepenuhan dan mulai tumpah ke organ penting.

Kita harus waspada karena lemak perut atau lemak viseral adalah pabrik racun buat jantung kita, seperti penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP berikut ini.

Ada beberapa tanda perut buncit yang masuk ke fase bahaya yang perlu diwaspadai.

  1. Jika lingkar perut kita sudah lebih dari 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan.

    Coba ambil meteran baju sekarang, jangan ditarik nafasnya, kalau sudah lewat angka di atas itu artinya lemaknya sudah bukan hanya di bawah kulit tapi sudah menembus jantung, hati, dan ginjal kita.

  2. Sering merasa begah dan sesak nafas saat membukuk atau memakai sepatu.

Ini karena lemak di perut sudah mendorong diafragma ke atas sehingga paru-paru tidak punya ruang untuk mengembang maksimal. Jantung kita juga terhimpit, itulah sebabnya kita gampang merasa lelah meskipun hanya jalan sebentar, karena ruang gerak jantung itu terganggu oleh timunan lemak.

  1. Muncul guratan hitam di leher atau ketiak yang tidak hilang meskipun sudah luluran tiap hari.

Nah, ini adalah tanda resistensi insulin di mana lemak perut kita sudah mengacaukan metabolisme gula dalam tubuh. Perut buncit dikombinasikan dengan tanda ini adalah jalur cepat menuju diabetes tipe 2 dan penyumbatan pembuluh darah.

  1. Tekanan darah sudah mulai naik perlahan, padahal dulu selalu normal di bawah 120-an.

Lemak perut itu menghasilkan zat peradangan yang membuat pembuluh darah jadi kaku dan menyempit. Jadi akhirnya jantung harus memompa lebih kuat untuk menembus hambatan lemak tadi, makanya tensi kita jadi naik terus

  1. Sering mendengkur keras saat tidur.

Kadang terbangun karena kaget nafasnya berhenti sebentar, nah ini namanya sleep apnea yang erat sekali hubungannya dengan lemak perut yang berlebih. Kondisi ini sangat berbahaya untuk jantung karena kadar oksigen dalam darah bisa drop drastis saat kita tidur nyenyak, akibatnya jantung dipaksa untuk mematah darah lebih cepat dan lebih kuat saat kita tidur.

Harusnya jantung istirahat saat kita tidur, tapi malah berdebar kencang, nah ini yang membuat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi di siang hari, rasa ngantuk berlebihan di siang hari, bahkan munculnya gangguan irama. Perut buncit itu ibarat bom waktu yang sumbuhnya itu makin pendek setiap kali kita tambah porsi makan tanpa olahraga.

Lemak di sana itu bukan lemak biasa, melainkan aktif memproduksi zat yang membuat pembuluh darah kita meradang. Jadi jangan bangga dulu punya perut buncit yang bilang menggemaskan. Karena jantung kita tidak merasa itu lucu sama sekali.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai mengecilkan gudang lemak itu, cukup kurangi gorengan dan mulai jalan pagi setiap hari. Jantung kita akan terasa jauh lebih ringan jika tekanan di perut tadi mulai berkurang. Tubuh kita adalah rumah kita, jadi jangan biarkan gudangnya jadi penuh sampai merusak fondasi bangunannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....