Sakit Hati Bisa Picu Gangguan Fisik

  • 10 Agt 2026 05:36 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna : Ungkapan sakit hati atau patah hati akibat penolakan, kekecewaan, maupun kehilangan, selama ini sering dianggap hanya sebatas luapan emosi. Namun, sejumlah penelitian medis terbaru kian mempertegas bahwa rasa sakit emosional tersebut memiliki dampak nyata yang bisa dirasakan langsung oleh fisik manusia.

Kondisi psikologis yang terluka terbukti mampu mengacaukan sistem biologis tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan. Saat seseorang mengalami kekecewaan yang mendalam, otak akan membaca rasa sakit emosional tersebut di area yang sama dengan area yang memproses rasa sakit fisik (yaitu anterior cingulate cortex), hal ini menjelaskan mengapa dada terasa sesak atau nyeri saat seseorang sedang bersedih.

Melansir dari Hello Sehat, ketika merasa sedih saat sakit hati ditinggal orang tersayang misalnya, anterior cingulate cortex yang terletak di dinding tengah otak akan meresponsnya dengan menghasilkan lebih banyak hormon kortisol.

Sebuah studi dalam jurnal Physical Therapy (2014) menyebutkan bahwa peningkatan hormon kortisol di dalam tubuh akan meningkatkan risiko peradangan, depresi, hingga sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit.

Dengan begitu, Anda akan lebih mudah merasa sakit saat patah hati. Nyeri, sakit perut, dan sesak pada dada merupakan beberapa keluhan yang banyak ditemukan pada orang sakit hati. Selain berbagai kegunaan di atas, kortisol juga memiliki fungsi lain seperti berikut:

  • Mengatur proses metabolisme tubuh.
  • Mengatur tekanan darah.
  • Membantu mengontrol siklus waktu tidur.
  • Mengatur gula darah.

Maka, saat jumlah kortisol di dalam tubuh tidak berada pada angka normal, berbagai fungsi tersebut juga bisa ikut terganggu. Selain kondisi fisik, rasa sakit hati tentu tidak bisa dipisahkan dari masalah kesehatan mental. Kondisi ini sering kali berakhir dengan stres yang kemudian menimbulkan masalah lain.

Beberapa orang yang merasa stres kerap menyalurkan emosinya dengan banyak makan. Kondisi ini dikenal sebagai emotional eating. Jika dibiarkan, makan berlebihan tentu juga membahayakan kesehatan fisik Anda. Terlebih emotional eating akan membuat Anda memilih makanan bernilai gizi rendah seperti junk food.

Berikut adalah cara mengatasi rasa sakit hati secara umum yang bisa Anda coba.

  • Terima kesedihan yang ada, jangan menutup-nutupi perasaan Anda. Memendam perasaan justru bisa menyebabkan susah move on.
  • Tuangkan kesedihan ke dalam bentuk tulisan jika Anda merasa keberatan menceritakannya ke orang lain.
  • Jangan salahkan diri sendiri atas kondisi yang ada.
  • Cari sumber kebahagiaan lain, seperti membaca buku, menonton film, atau bertemu dengan orang terdekat.
  • Hindari musik, tempat, dan hal-hal lain yang mengingatkan Anda dengan seseorang yang membuat sakit hati.
  • Jangan menilai orang lain akan selalu bersikap sama dengan seseorang yang membuat Anda sakit hati.
  • Tingkatkan konsumsi makanan yang meningkatkan hormon serotonin, seperti kacang-kacangan, yoghurt, keju, dan telur.
  • Batasi komunikasi dengan mantan atau orang yang sudah membuat Anda patah hati.

Kebanyakan kasus patah hati memang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, tidak jarang kondisi ini terjadi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Jika rasa sakit hati yang Anda alami sudah mengganggu kemampuan Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya untuk membicarakan hal tersebut dengan psikolog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....