Kebanyakan Karbohidrat Tak Hanya Bikin Gemuk, Ini Dampaknya bagi Tubuh

  • 02 Agt 2026 20:55 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama karbohidrat sederhana seperti makanan dan minuman tinggi gula, kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme dan memunculkan berbagai tanda yang sering kali tidak disadari.

Melansir dari @thedoctordiet, salah satu tanda yang paling umum adalah tubuh cepat merasa lapar meski baru saja selesai makan. Kondisi ini kerap terjadi setelah mengonsumsi makanan manis, minuman tinggi gula seperti es kopi manis, atau menu yang didominasi karbohidrat tanpa diimbangi protein. Pola tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah naik dan turun dengan cepat sehingga rasa lapar kembali muncul dalam waktu singkat.

Tanda berikutnya adalah rasa mengantuk dan tubuh terasa lemas setelah makan. Jika setiap selesai makan mata terasa berat, tubuh menjadi malas bergerak, dan konsentrasi menurun, bisa jadi porsi karbohidrat sederhana yang dikonsumsi terlalu tinggi. Kombinasi nasi dalam jumlah banyak, minuman manis, serta minim asupan protein dan serat menjadi salah satu penyebab kondisi tersebut.

Selain itu, kelebihan karbohidrat juga dapat membuat berat badan meningkat lebih cepat dan perut terasa semakin buncit. Hal ini tidak selalu disebabkan oleh porsi makan yang sangat banyak, tetapi bisa terjadi karena kebiasaan menambah porsi nasi, sering mengonsumsi camilan berbahan tepung atau makanan manis, serta kurang melakukan aktivitas fisik. Karbohidrat yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.

Tanda lainnya adalah munculnya keinginan terus-menerus untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis. Semakin sering seseorang mengonsumsi gula dan karbohidrat olahan, semakin besar pula kemungkinan tubuh mengalami siklus "ketagihan" sehingga setelah mengonsumsi makanan manis, muncul keinginan untuk kembali mengonsumsinya. Pola ini dapat membuat rasa lapar terus berulang.

Lingkar perut yang semakin bertambah juga menjadi sinyal penting untuk memperbaiki pola makan. Penumpukan lemak di area perut bukan hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolik, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung jika tidak segera dikendalikan.

Untuk menjaga kesehatan, kita dapat mengonsumsi karbohidrat yang diimbangi dengan protein, lemak sehat, serta serat dari sayur dan buah. Memilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, oat, atau umbi-umbian, membatasi makanan dan minuman tinggi gula, serta rutin beraktivitas fisik dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mencegah penumpukan lemak berlebih dalam tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....