8 Tanda Check Up tidak Boleh Ditunda
- 24 Jul 2026 17:23 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Banyak orang Indonesia punya prinsip yang menarik, mobil bunyi sedikit langsung ke bengkel, tapi badan sudah memberi alarm berkali-kali masih bilang “nanti juga sembuh”, padahal tubuh itu jauh lebih mahal daripada mobil. Mobil mogok bisa diderek, tapi kalau tubuh yang mogok yang panik itu bisa satu keluarga. Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Delapan tanda check up yang tidak boleh Anda tunda agar tidak terlalu terlambat membaca sinyal tubuh sendiri :
Tekanan darah seringki di atas normal. Jangan menunggu pusing, hipertensi seringki tidak bergejala, banyak orang tensinya tinggi tapi masih bisa bekerja, masih bisa ketawa, masih bisa makan enak, masih bisa bilang, "Saya sehat kok." Masalahnya pembuluh darah itu tidak peduli kita merasa sehat atau tidak, kalau tekanan darah terlalu tinggi bertahun-tahun, jantung, otak, ginjal, maka mata bisa terkena dampaknya. Pembuluh darah itu seperti pipa halus, kalau tekanannya terlalu besar setiap hari, maka lama-lama dinginnya rusak. Terbentuk penyempitan pembuluh darah dan jika tekanan darah sering tinggi, maka check up itu bukan pilihan gaya hidup melainkan kebutuhan.
Baca juga: Kenali 5 Ciri Kuku SehatGula darah mulai naik atau sering mengantuk setelah makan. Mengantuk setelah makan kadang wajar, apalagi kalau porsinya besar, tapi kalau setiap habis makan manis atau karbo, tubuhnya langsung lemas berat, mudah haus, sering kencing, berat badannya berubah tidak jelas, atau lukanya jadi sulit sembuh, maka itu jangan diabaikan. Diabetes tipe 2 sering muncul pelan-pelan, tidak selalu dramatis, dia datang seperti tamu yang awalnya sopan lalu lama-lama pindah rumah, segera cek gula darah dan evaluasi faktor resikonya. Lebih baik tahu saat masih awal daripada tahu setelah syaraf, ginjal, mata, atau jantung mulai terkena.
Mudah sesak saat beraktivitas yang dulu itu terasa biasa saja, misalnya dulu naik tangga dua lantai aman, sekarang baru naik satu lantai udah harus berhenti dulu. Dulu jalan ke warung itu biasa, sekarang terasa berat. Sesak itu bisa berasal dari paru, dari anemia, dari berat badan yang kurang, dari kurang fit, tapi bisa juga dari jantung. Jangan langsung menyimpulkan semuanya itu disebabkan oleh umur yang bertambah. Umur boleh bertambah, tapi penurunan kemampuan yang terasa jelas tetap perlu diperiksa.
Nyeri dada, dada tertekan atau rasa tidak nyaman saat aktivitas, kadang rasanya seperti ditekan, panas, berat, menjalar ke lengan, ke leher, ke rahang, ke punggung, atau ke ulu hati, bisa muncul saat jalan cepat, naik tangga, saat marah, saat stres, setelah makan beras. Yang membaik kalau misalnya saat kita dalam keadaan tenang atau saat sedang istirahat, jika ada pola seperti itu maka jangan menunggu, segera lakukan check up jantung, lebih baik diperiksa dan ternyata aman kan daripada menenangkan diri sampai akhirnya terlambat.
Berdebar tidak biasa atau denyutnya terasa kacau. Berdebar sesekali karena kopi, cemas, kurang tidur, atau olahraga itu bisa terjadi, tapi kalau berdebar, muncul mendadak, terasa tidak teratur, disertai pusing, sesak, nyeri dada, lemas, atau hampir pingsan maka perlu dievaluasi. Gangguan irama jantung bisa meningkatkan risiko stroke, terutama pada usia lebih tua atau orang dengan penyakit jantung, rekam jantung sederhana bisa memberikan banyak informasi. Jantung itu memiliki sinyal listrik sendiri, kalau listriknya kacau, maka jangan hanya digosok dengan minyak kayu putih lalu berharap kabelnya rapi sendiri.
Kaki bengkak atau berat badan naik cepat dalam beberapa hari. Nah, kaki yang bengkak itu bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kelainan vena, ginjal, hati, obat tertentu, atau jantung. Tapi kalau bengkaknya diseretai sesak, cepat capek, tidur harus pakai bantal tinggi atau berat badannya naik cepat tanpa alasan yang jelas, maka ini bisa jadi tanda cairan menumpuk di tubuh Anda. Pada pasien gagal jantung, tubuh bisa menahan cairan, pasien bisa merasa hanya bengkak biasa, padahal jantung sedang memberi pesan penting. Check up bisa membantu membedakan mana bengkak ringan, mana yang butuh penanganan serius.
Riwayat keluarga penyakit berat di usia muda. Kalau ada orang tua atau saudara-saudara yang mengalami serangan jantung, stroke, meninggal mendadak, diabetes, atau kolesterol yang sangat tinggi di usia relatif muda, maka Anda tidak perlu panik, tapi perlu lebih waspada. Faktor genetik memang bisa membuat risikonya lebih tinggi, artinya Anda sebaiknya tidak menunggu gejala, segera cek tekanan darah, gula darahnya, kolesterolnya, fungsi ginjal, dan evaluasi resiko kardiovaskular.
Usia sudah di atas 40 tahun tapi belum pernah check up. Banyak orang merasa check up itu hanya untuk orang sakit, padahal check up yang baik justru menemukan masalah sebelum menjadi sakit yang besar. Setelah usia 40 resiko hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan beberapa jenis kanker itu mulai meningkat.
Cekup itu tidak harus ambil paket yang mahal, mulai dari yang penting, tekanan darah, gula darah, HBA1C, profil lipid, fungsi ginjal, pemeriksaan urin, berat badan, lingkar perut, dan evaluasi dokter sesuai keluhan yang ada. Pemeriksaan yang tepat jauh lebih berguna daripada paket super lengkap tapi tidak jelas tindak lanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....