Marah-Marah bikin Tekanan Darah Tinggi?

  • 25 Jun 2026 14:05 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Kita pasti sering melihat di film-film atau sinetron ada karakter yang sedang marah besar, memegang dadanya lalu tiba-tiba pingsan atau terkena serangan jantung. Hal ini membuat banyak orang percaya bahwa marah adalah penyebab utama dari munculnya penyakit darah tinggi.

Atau sebaliknya, orang darah tinggi pasti bawaannya itu ingin marah-marah terus. Tapi secara medis, apakah hubungannya memang sesederhana itu atau kita hanya terlalu banyak menonton drama televisi yang mendramatisir keadaan? Lalu bagaimana hubungan antara emosi yang meledak-ledak dengan kesehatan pembuluh darah? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Secara ilmiah saat kita marah tubuh kita memang akan masuk ke dalam mode siaga satu atau yang paling sering disebut sebagai respon fight or flight. Nah, pada saat ini otak kita akan memerintahkan kelenjar adrenal untuk membanjiri aliran darah dengan hormon adrenalin dan kortisol.

Hormon-hormon ini bertugas meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah, agar tekanan darahnya naik secara instan demi mengirimkan energi ekstra ke otot-otot kita. Jadi memang benar pada saat Anda sedang adu argumen, tensi Anda pasti melonjak naik.

Sebenarnya tidak ada bukti medis langsung yang menyatakan bahwa tekanan darah yang tinggi secara fisik mempengaruhi karakter seseorang menjadi lebih galak. Namun, orang yang memiliki tekanan darah tinggi seringkiali juga mengalami gangguan tidur, rasa tidak nyaman di tubuh, atau stres yang tinggi yang secara tidak langsung membuat mereka menjadi lebih cepat emosi.

Jadi bukan darah tingginya yang menyebabkan marah, tapi mungkin tumpukan masalah kesehatan dan kelelahan yang membuat sumbu kesabaran mereka menjadi lebih pendek dari biasanya. Mengelola emosi hanyalah salah satu bagian dari kepingan puzzle kesehatan jantung.

Tapi bagian ini sangat krusial agar pengobatan lainnya bisa bekerja dengan lebih efektif. Jangan sampai obat yang Anda minum setiap hari menjadi sia-sia hanya karena, Anda tidak bisa mengontrol api amarah yang terus membakar dari dalam pikiran Anda. Kesehatan jantung itu sangat erat hubungannya dengan kesehatan mental dan ketenangan jiwa yang seringki kita sepelekan di tengah kesibukan dunia modern ini.

Belajar untuk memaafkan, mengambil nafas dalam saat emosi mulai naik, atau bahkan sekedar tertawa bersama teman, itu bisa menjadi obat pendamping yang sangat ampuh untuk menjaga tensinya tetap stabil. Ingatlah bahwa pemuluh darah kita itu tidak peduli seberapa benarnya Anda dalam sebuah perdebatan. Yang mereka pedulikan adalah seberapa sering Anda memaksa mereka bekerja di luar batas kemampuannya. Menjaga hati ternyata bukan hanya soal urusan spiritual, tapi juga semangat yang berkaitan dengan urusan kardiologi dan kelangsungan hidup kita semua. Jadi daripada membuang energi untuk marah pada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan, lebih baik gunakan energi itu untuk mulai hidup dengan lebih sehat dan bahagia. Marah itu manusiawi, tapi membiarkan amarah kita menguasai hidup kita adalah keputusan yang sangat merugikan kesehatan jantung kita sendiri dalam jangka panjang. Mari kita mulai belajar untuk lebih rileks dan melihat segala sesuatu itu dengan sudut pandang yang lebih positif demi kebaikan pembuluh darah kita sendiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....