Sulit Tdur bukan Hanya karena Banyak Pikiran
- 25 Jun 2026 13:52 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Gangguan tidur atau yang paling sering dikenal insomnia merupakan kondisi seseorang merasa sulit saat akan mulai tidur, sulit mempertahankan tidur, atau tidurnya terasa tidak memulihkan. Masalahnya banyak orang menganggap insomnia hanya kurang rileks, padahal kalau berlangsung lama dan mengganggu aktivitas siang hari, maka hal ini perlu dievaluasi serius.
Lalu apa yang menyebabkan kita mengalami kesulitan tidur? Apakah ada kaitannya dengan beban yang ada dalam pikiran kita? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Kalau kita klasifikasikan secara medis, insomnia kronis itu biasanya dicurigai kalau misalnya keluhannya terjadi minimal tiga kali seminggu selama sekitar 3 bulan disertai gangguan fungsi siang hari. Artinya bukan hanya semalam susah tidur karena nonton bola, tapi pola berulang yang membuat badan menjadi lelah, gampang emosi, dan konsentrasi akhirnya pecah dan hidup tidak terasa seperti jalan dengan baterai 12%.
Kurang tidur juga berhubungan dengan meningkatnya risiko kecemasan, depresi, obesitas, hipertensi, penyakit jantung, cedera, dan bahkan ada penurunan kualitas hidup. CDC mencatat kalau tidur yang tidak cukup berkaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan yang serius.
Jadi tidur itu bukan sekedar tombol pause, tidur adalah sistem servis tubuh kita lagi jalan. Nah, dari sudut pandang jantung, insomnia kronis bisa memperburuk pola stres. Saat tubuhn kita terus siaga, maka hormon stres meningkat, detak jantung lebih mudah naik,
Kalau sudah 20 30 menit tidak bisa tidur, hanya dengan bantal, maka bangun sebentar dan lakukan aktivitas tenang, rudupkan lampu, hindari HP, lalu kembali ke kasur saat ngantuk, dan buat jam tidur konsisten termasuk akhir pekan. Tidur siang boleh, tapi jangan terlalu lama dan jangan terlalu sore.
Tubuh itu suka ritme yang teratur, dan tubuh tidak suka hidup seperti jadwal konser dadakan. Segera periksa jika misalnya sulit tidur itu berlangsung lama disertai cemas berat, depresi, nyeri dada, sesak, berdebar, penggunaan obat tertentu, atau ada gangguan aktivitas di siang hari.
Jangan hentikan obat tanpa konsultasi dengan dokter dan jangan juga minum obat tidur sembarangan. Apalagi kalau dicampur sama alkohol atau obat lain, tidur paksa itu bukan selalu artinya itu tidur sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....