Lima Makanan Sehari-hari Perusak Jantung

  • 29 Mei 2026 20:15 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Melansir dari Sehat Berkah, Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Banyak orang mengira penyebabnya hanya kolesterol tinggi atau faktor usia. Padahal, akar masalahnya jauh lebih dalam—yaitu pola makan sehari-hari yang tanpa disadari dipenuhi oleh makanan perusak jantung. Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Dalam dunia kedokteran, hubungan makanan dan kesehatan jantung sudah sangat jelas sekali. Menurut penelitian oleh Dr Frank Hu dari dari Harvard School of Public Health yang diterbitkan di Journal Circulation tahun 2017, pola makan yang tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan atrium yang berlebihan berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Artinya bukan hanya makanan ajaib seperti burger raksasa atau stik berukuran bantal saja yang bahaya, tapi makanan yang tampaknya biasa-biasa saja juga bisa jadi bom waktu.

Makanan pertama yang sering jadi penyebab masalah tersebut adalah gorengan. Nah, ini adalah favorit sejuta umat dari bakwan sampai pisang goreng sampai tahu atau tempe atau ayam yang digoreng apalagi menggunakan tepung. Masalahnya itu bukan pada bahannya melainkan pada minyaknya. Minyak yang dipakai berulang kali akan menghasilkan transfet yang menurut WHO adalah salah satu pemicu utama penyumbatan pembuluh darah. Lemak trans akan meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat yang ditimbun jadi plak aterosklerosis dan menurunkan HDL atau kolesterol baik yang tugasnya menangkap LDL dan membawanya ke hati untuk dibuang dari tubuh kita. Kombinasi ini sangat disukai oleh penyakit jantung. Rasanya memang enak, harganya juga murah, tapi efeknya malah seperti menabung plak di arteri setiap hari.

Makanan kedua yang sering tidak dianggap berbahaya adalah makanan yang tinggi garam. Contohnya mie instan, kerupuk, ikan asin, dan cemilan gurih favorit banyak orang. Garam akan membuat tekanan darah naik sehingga akhirnya jantung harus memompa lebih keras tiap hari. Kalau tiap hari makan makanan yang asin, ibarat jantung kita disuruh olahraga angkat beban tanpa istirahat setiap hari. Tekanan darah tinggi adalah silent killer yang bisa merusak pembuluh darah tanpa menimbulkan gejala apa-apa. Menurut penelitian di Journal of American College of Cardiology tahun 2020, konsumsi garam yang berlebihan berhubungan langsung dengan risiko gagal jantung.

Makanan ketiga adalah minuman dan makanan yang manis. Contohnya teh manis, kopi susu gula tumpah, boba, roti yang manis, dan jajaran kekinian yang toppingnya bisa menutupi rasa bersalah. Gula yang berlebih bisa memicu resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes yang merupakan pintu depan menuju penyakit jantung. American Heart Association itu memberikan rekomendasi bahwa makanan gula tambahan itu idealnya tidak lebih dari 25 gram per hari untuk perempuan dan 36 gr untuk laki-laki. Padahal satu gelas boba saja bisa sampai 60 sampai 100 gram.

Makanan keempat yang perlu diperhatikan adalah daging olahan seperti sosis, nugget, smoke beef, dan lain-lain. Tapi menurut penelitian yang terbit di European Heart Journal tahun 2021 yang melibatkan lebih dari 1,4 juta peserta, konsumsi daging olahan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke secara signifikan. Penyebabnya bukan hanya kandungan lemak jenuh yang tinggi, tapi juga ada nitrit dan nitrat yang dipakai sebagai pengawet. Zat ini dapat memicu peradangan dan meningkatkan tekanan darah.

Makanan kelima adalah minuman bersoda atau minuman berenergi. Kandungan gula yang meledak dan tambahan bahan kimia seperti kafein yang tinggi bisa membuat jantung bekerja ekstrak keras. Banyak anak muda merasa aman minum ini karena belum merasakan gejala apa-apa. Padahal penelitian di JAMA internal medicine tahun 2019 itu menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis secara rutin berhubungan erat dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung. Ironisnya saat energi yang dijanjikan minuman itu habis, efek gula dan kafeinnya itu masih membuat jantung deg-degan sendirian. Yang sering terlupa adalah bahwa makanan-makanan ini tidak hanya berbahaya ketika dikonsumsi dalam porsi yang besar. Konsumsi yang sedikit demi sedikit tapi rutin setiap hari itu justru lebih menakutkan.

Efeknya kecil tapi konsisten seperti tetes air yang bisa membentuk lubang di batu jika dilakukan terus-menerus. Tubuh memiliki kemampuan adaptasi, tapi kemampuan itu ada batasnya. Dan jantung sebagai mesin utama tubuh kita paling rentan terhadap serangan jangka panjang seperti ini. Menariknya banyak pasien yang mengira masalah jantung itu datang secara tiba-tiba. Padahal kalau kita telusuri kebiasaan makan mereka selama bertahun-tahun itu tidak pernah terkendali. Ada yang setiap pagi sarapan gorengan, setiap siang makan mie instan, setiap sore minum es boba, malamnya makan mie lagi karena praktis dan cepat. Sebenarnya jantung protesnya sudah lama, tapi karena tidak ada gejala dan kebiasaan itu terus berjalan maka sebagian orang beralasan bahwa mereka makan begitu karena masih muda atau merasa sehat, tapi penyakit jantung tidak memilih usia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....