Sering Mengantuk di Pagi Hari Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan

  • 25 Mei 2026 11:58 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Pernahkah Anda merasa sudah tidur cukup selama 7 hingga 8 jam di malam hari, namun keesokan paginya mata tetap terasa berat dan tubuh lemas tak bertenaga. Jika kondisi ini terjadi sesekali, mungkin tubuh Anda hanya sedang kelelahan. Namun, jika rasa kantuk di pagi hari ini terjadi hampir setiap hari, Anda patut waspada.

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa sering mengantuk di pagi hari—meski kuantitas tidur malam terpenuhi—bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan yang tersembunyi. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk atau adanya gangguan medis tertentu.

Tidur yang lama belum tentu berkualitas. Berikut adalah beberapa faktor utama yang sering menjadi biang keladi rasa kantuk di pagi hari:

  • Sleep Apnea (Henti Napas Saat Tidur): Gangguan di mana pernapasan seseorang sempat terhenti beberapa kali selama tidur. Hal ini membuat otak terbangun secara instan untuk mengambil oksigen, merusak siklus tidur dalam (deep sleep), meskipun orang tersebut tidak sadar telah terbangun.
  • Hipersomnia Idiomatik: Gangguan saraf yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang atau pagi hari tanpa penyebab yang jelas, meskipun waktu tidur malam sudah sangat lama.
  • Anemia dan Kekurangan Zat Besi: Kurangnya sel darah merah membuat pasokan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak, menjadi terhambat. Akibatnya, tubuh selalu merasa lemas dan mengantuk.
  • Gangguan Tiroid (Hipotiroidisme): Ketika kelenjar tiroid kurang aktif, metabolisme tubuh melambat, yang berdampak pada penurunan energi secara drastis.
  • Siklus Tidur yang Terganggu (Circadian Rhythm Disorder): Sering berubah-ubah jam tidur atau paparan gadget menjelang tidur dapat mengacaukan jam biologis tubuh, sehingga tubuh tidak benar-benar beristirahat saat malam hari.

Mengabaikan rasa kantuk kronis di pagi hari bukan sekadar masalah "kurang kopi". Ada dampak jangka pendek dan jangka panjang yang berbahaya bagi tubuh dan keselamatan:

  1. Penurunan Kognitif dan Risiko Kecelakaan
    Mengantuk menurunkan tingkat konsentrasi, memperlambat refleks, dan mengganggu fokus. Bagi pekerja yang bermonitor tinggi atau pengendara umum, kondisi ini meningkatkan risiko fatal akibat microsleep (tertidur selama beberapa detik tanpa disadari) di jalan raya atau tempat kerja.
  2. Gangguan Suasana Hati (Mood Swing) hingga Depresi
    Kualitas tidur yang buruk secara konsisten mengganggu keseimbangan hormon di otak. Efeknya, seseorang akan lebih mudah stres, cemas, mudah marah, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko depresi.
  3. Risiko Penyakit Jantung dan Metabolik
    Kondisi seperti sleep apnea yang tidak ditangani dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi), memicu stres pada jantung, serta meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena terganggunya regulasi gula darah saat tidur.

"Tidur itu bukan cuma soal jam, tapi soal fase tidur yang terpenuhi dengan sempurna. Jika Anda terbangun dengan rasa lelah yang sama seperti saat sebelum tidur, tubuh Anda sedang mengirimkan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada sistem metabolisme atau pernapasan Anda." Ujar dr. Putra salah satu dokter umum

Jika Anda sudah mencoba menerapkan gaya hidup sehat seperti tidur tepat waktu, menghindari kafein dan gadget sebelum tidur, serta berolahraga namun rasa kantuk di pagi hari tetap bertahan selama lebih dari dua minggu, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau melakukan sleep study (pemeriksaan tidur) di rumah sakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....