Bahaya Bulu Kucing Bagi Kesehatan Wanita Hamil
- 11 Mei 2026 08:28 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Memelihara hewan peliharaan merupakan sebuah hobi yang menyenangkan bagi semua orang. Bermain bersama, memberi makan, membersihkan nya, mengajak jalan – jalan, sampai tidur bersama merupakan aktivitas yang biasa dilakukan bersama hewan peliharaan. Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak disukai oleh penyuka binatang. Memiliki bentuk muka yang lucu dan mengemaskan merupakan daya tarik terbesar dari kucing.
Berbeda degan wanita pada saat kondisi normal, memelihara binatang peliharaan bagi ibu hamil sering menimbulkan pertanyaan boleh tidaknya karena resiko tertular penyakit tertentu. Melansir dari laman Halodoc.com berikut bahaya bulu kucing pada wanita hamil :
Toksoplasmosis
Penyakit ini yang rentan menyerang ibu hamil yang memiliki kucing sebagai hewan peliharaan. Toxoplasma gondii menjadi parasit penyebab utama toksoplasmosis, menginfeksi manusia melalui kotoran kucing yang terkontaminasi. Kontaminasi bisa terjadi ketika kucing menjilati bulunya, dan manusia yang menyentuhnya sudah pasti turut terinfeksi oleh parasit ini.
Kurap
Infeksi jamur pada kulit, yang dikenal dengan kurap bisa menyerang manusia melalui perantara kucing. Sama halnya dengan toksoplasmosis, penularan kurap dari hewan kucing pada manusia terjadi ketika manusia membelai bulu kucing yang sudah terkontaminasi jamur penyebab penyakit kurap.
Penyakit Akibat Cakar Kucing
Hati-hati pada penyakit satu ini. Infeksi pada manusia sering terjadi melalui cakaran atau gigitan kucing. Namun, tidak menutup kemungkinan penularannya bisa terjadi melalui bulu kucing. Bahaya bulu kucing untuk ibu hamil ini baru menimbulkan gejala dalam waktu kurang lebih 10 hari pada bekas cakaran atau gigitan, berupa benjolan kecil.
Bisakah Dilakukan Pencegahan?
Satu-satunya cara adalah menjaga kebersihan kucing dan lingkungan dalam maupun luar rumah. Terutama jika kucing senang menghabiskan waktu di taman. Hindari kucing main ke luar rumah atau ke jalanan, karena risiko kontaminasi penyakit jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kucing yang tidak ke luar rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....