Bahaya Perut Buncit Diusia 40 Tahun

  • 24 Apr 2026 11:36 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Perut buncit di usia 40 tahun itu bukan tanda makmur, tapi bahaya. Sering dengar istilah kalau pria sudah menikah dan perutnya buncit, tandanya dia bahagia atau hidupnya itu makmur karena masakan istrinya enak. Di lingkaran pertemanan, perut buncit bahkan sering jadi bahan candaan saat kumpul-kumpul. Lalu apakah perut buncit berbahaya bagi Kesehatan? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Lemak di perut atau di dunia medis disebut lemak viseral bukan merupakan tanda kemakmuran, melainkan tanda jantung Anda sedang dalam kondisi bahaya. Lemak yang ada di perut beda dengan lemak yang ada di lengan atau di paha yang bisa dicubit. Lemak viseral ini posisinya ada di dalam rongga perut, membungkus organ-organ vital seperti hati, usus, dan tentu saja dekat dengan area pembuluh darah utama kita. Lemak ini bukan hanya tumpukan cadangan makanan yang diam saja, melainkan aktif secara biologis. Dia melepaskan zat peradangan atau sitokin ke dalam aliran darah yang bisa memicu resistensi insulin dan merusak lapisan dalam pembuluh darah.

Jadi perut puncit itu sebenarnya adalah pabrik peradangan yang berjalan ke mana pun Anda pergi. Kondisi ini ya sangat erat kaitannya dengan yang namanya sindrome metabolik yang menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner dan diabetes tipe 2. Saat lingkar pinggang Anda sudah melewati angka 90 cm untuk pria atau 80 cm untuk wanita, maka itu adalah sinyal merah, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke area yang luas. Sementara pembuluh darah Anda sedang diserang oleh zat-zat peradangan tadi. Nah, ini bukan soal penampilan atau estetika saja, tapi soal berapa lama lagi mesin utama tubuh kita bisa bertahan tanpa mengalami penyumbatan.

Banyak yang merasa sudah melakukan olahraga tapi perutnya tetap buncit. Olahraga memang penting, tapi lemak perut seringki berasal dari apa yang kita masukkan ke mulut. Terutama gula tersembunyi dan tepung-tepungan. Konsumsi nasi putih berlebihan ditemani gorengan ebagai teman makan siang dan ditambah lagi ada minuman manis kekinian. Nah, itu semua adalah karbohidrat yang bisa dirubah menjadi gula dan merupakan kombinasi sempurna untuk memupuk lemak di perut.

Ingat, tidak ada latihan sit up yang bisa menghilangkan lemak perut jika pola makan kita masih berantakan karena lemak tidak bisa hilang hanya di satu titik saja. Banyak orang menutupi perut buncitnya dengan baju longgar atau ikat pinggang yang ditaruh di bawah perut supaya tidak terasa sesak. Nah, itu namanya menipu diri sendiri.

Coba sekali-kali bercermin tanpa baju dan jujur pada diri sendiri. Apakah ini bentuk tubuh yang ideal untuk menjaga kesehatan jangka panjang? Kita itu tidak perlu memiliki perut yang sixpack seperti binaragawan. Yang kita butuhkan adalah perut yang cukup ramping supaya organ dalamn tubuh bisa bernapas lega dan tidak terjepit oleh lemak yang tidak perlu. Mari kita ubah pola pikir kita mulai hari ini. Perut yang rata bukan cuman buat gaya-gayaan di pantai, tapi adalah bentuk kasih sayang kita kepada jantung sendiri. Jadi yuk mulai sekarang kurangi porsi karbohidrat sederhana.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Perbanyak jalan kaki minimal 7.000 langkah sehari dan pastikan tidur yang cukup. Jangan biarkan tanda makmur palsu mencuri masa tua Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....