Delapan Persiapan Menopause Perempuan Usia 40 Tahun
- 23 Apr 2026 09:00 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna – Banyak perempuan baru benar-benar kenal menopaus justru setelah tubuhnya mulai protes. Tidurnya mulai berantakan, berat badan naik pelan-pelan. Tensinya mulai tinggi, gula darah ikut-ikutan naik, badan pegal, padahal hanya menyapu halaman.
Menopause itu tidak datang begitu saja, dan akan mengalami proses besar dalam tubuh perempuan yang harus disambut dengan persiapan, bukan dengan kaget. Ada beberapa persiapan menopause Perempuan usia 40 tahun seperti dijelaskan oleh dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP berikut ini :
Perempuan dengan usia 50 sampai 60 tahunan mulai memiliki paket lengkap yaitu hipertensi, kolesterol naik, gula darah mulai bandel, berat badannya bertambah, tulangnya mulai rapuh, punggung dan pinggang terasa sakit, kulit terasa lebih cepat menua, dan stamina tidak seperti dulu lagi. Padahal banyak dari masalah ini sebenarnya bisa dikurangi resikonya jika persiapannya sudah dimulai sejak usia 40 tahunan. Jadi jangan tunggu tubuh mengirim sinyal, tapi lakukan pencegahanlebih awal dengan beberapa cara berikut ini :
Pahami dulu bahwa menopaus itu bukan penyakit. Menopaus adalah fase ketika fungsi hormon reproduksi perempuan terutama estrogen mulai menurun dan akhirnya berhenti. Masalahnya estrogen bukan hnaya urusan haid, namun fungsinya juga banyak. Estrogen seperti manajer yang diam-diam mengurus banyak hal.
Kesehatan pembuluh darah, metabolisme gula, distribusi lemak, kesehatan tulang, sampai elastisitas kulit. Jadi, begitu manajernya itu pensiun, bagian-bagian lain mulai agak berantakan. Jadi jika setelah menopause, resiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, obesitas sentral, dan osteoporosis meningkat bukanlah mitos. Itu memang ada penjelasan biologisnya.
Baca juga: Delapan Rahasia agar Pembuluh Darah BersihJaga berat badan dan lingkar perut dari usia 40-an. Banyak orang fokusnya hanya ke angka timbangan. Padahal yang sering bikin masalah besar itu justru lemak di area perut yang aktif secara metabolic yang bisa mendorong peradangan, meningkatkan resistensi insulin, membuat gula darahnya lebih sulit terkontrol, dan berkontribusi pada tekanan darah serta kolesterol yang buruk. Jadi, jika misalnya celana mulai terasa sempit di bagian pinggang, jangan salahkan mesin cuci. Bisa jadi tubuh sedang minta perhatian. Coba biasakan makan dengan porsi yang sadar. Kurangi minuman manis, batasi gorengan harian, dan perbanyak protein serta serat supaya kenyangnya itu lebih lama.
Jaga kesehatan tulang. Osteoporosis sering datang diam-diam, tidak heboh, tidak drama, tahu-tahu tinggi badannya berkurang, punggungnya makin bungkuk, atau tulang mulai rapuh dan mudah cedera. Banyak orang baru sibuk meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D setelah mulai sakit tulang belakangnya. Itu tetap ada manfaatnya. Tapi hasil terbaik memang kalau dipersiapkan lebih awal. Menjaga tubuh kita itu seperti menabung. Masa tulang yang bagus itu dibangun sejak muda lalu dipertahankan
Cukupkanl asupan kalsium, fosfor, protein, vitamin D dari sekarang. Untuk kalsium, sumber makanan yang baik misalnya susu, yogurt, keju, tahu yang diperkaya dengan kalsium, ikan kecil yang dimakan dengan tulangnya seperti teri, serta sayuran hijau tertentu. Fosfor juga banyak ditemukan pada ikan, telur, susu, kacang-kacangan, dan daging dalam jumlah yang wajar. Lalu kalau bicara vitamin D, orang Indonesia sebenarnya bisa dapat dari sinar matahari, dan bisa juga diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, telur, susu, atau produk fortifikasi yang mengandung vitamin D.
Latih otot dan tulangnya dengan olahraga yang benar. Banyak orang yang berpikir, "Saya udah capek kerja rumah." Itu kan olahraga. Saya hormati kerja rumah itu aktif, tapi tubuh juga butuh latihan yang terarah. Untuk perempuan menuju menopaus, olahraga itu bukan sekedar supaya kurus. Olahraga itu investasi untuk jantung, gula darah, tekanan darah, kekuatan otot, keseimbangan, dan kepadatan tulang. Jalan cepat, naik turun tangga, latihan beban ringan sampai sedang, squad, resistance band atau senam, kekuatannya itu sangat membantu. Tulang itu seperti bangunan jika tidak pernah diberi sinyal beban, maka dia merasa tidak perlu mempertahankan terlalu kuat. Jadi, gerak yang tepat itu penting dan tidak harus jadi atlet yang penting rutin, aman, dan bertahap.
Perhatikan tekanan darah, gula darahnya, dan kolesterol. Mesti badan masih terasa baik-baik saja. Ini adalah jebakan terbesar. Banyak perempuan merasa, "Saya kan tidak merokok, tidak begadang, makan juga biasa." Tapi setelah menopause, perubahan hormon itu bisa membuat resiko metabolik ikutan naik. Banyak pasien dengan keluhan pusing atau pegal dan setelah dicek ternyata tensinya tinggi. Ada juga yang awalnya hanya merasa cepat haus atau mudah lelah, ternyata gula darahnya sudah bermasalah. Penyakit jantung, stroke, dan ginjal tidak datang begitu saja, mereka datang secara pelan-pelan lalu mendadak mahal. Karena itu cek kesehatan berkala sangat dianjurkan seabagai tanda sayang pada diri sendiri.
Jaga tidur dan kelola stres. Nah, ini seringkiali disepelekan padahal efeknya besar. Menjelang dan saat menopus, kualitas tidur bisa berubah. Ada yang lebih mudah terbangun, lebih sulit tidur nyenyak, atau merasa badannya lelah walaupun tidurnya udah cukup lama. Jika tidur buruk terus, nafsu makan bisa naik, gula darah makin sulit terkendali, tekanan darah ikutan naik, dan mood juga berantakan.
Orang yang kurang tidur itu sering jadi lapar, lebih ingin makanan manis, dan lebih malas bergerak. Kombinasi ini kalau dikawinkan selama beberapa tahun hasilnya maka akan menjadi paket sindrom metabolik. Jadi, ciptakan rutinitas tidur yang baik.
Kurangi kafein malam, batasi layar sebelum tidur, dan cari cara sehat untuk meredakan stres.
Rawat tubuh secara menyeluruh. Bukan hanya fokus pada satu hal. Menopause juga bisa berpengaruh pada kulit, komposisi tubuh, stamina, dan rasa percaya diri. Kulit bisa terasa lebih kering dan lebih cepat kendur karena perubahan hormon dan penurunan kolagen. Solusinya adalah pondasi sehat dengan mendapatkan protein yang cukup, hidrasi yang baik, tidur yang cukup, olahraga yang teratur, tidak merokok, dan kontrol penyakit metabolik yang ada. Tubuh yang sehat biasanya memantulkan penampilan yang lebih segar. Awet muda itu bukan semata-mata urusan krim. Kalau gula darahnya tinggi, tekanan darahnya tidak terkontrol dan tidurnya berantakan, maka kulit juga dapat laporan buruknya. Perempuan sering sekali jadi manajer kesehatan seluruh rumah, tapi lupa mengurus dirinya sendiri. Anak diingatkan minum susu, suami diingatkan cek tensi, orang tua dijadwalkan kontrol, tapi dirinya sendiri bilang nanti aja. Padahal setelah usia 40-an nanti aja itu bisa berubah jadi kok tiba-tiba ada hipertensi, kok tiba-tiba ada diabetes.
Jadi mulai sekarang catat berat badan, ukur lingkar perut, cek tekanan darah, cek gula dan kolesterol secara berkala, pastikan makannya lebih baik, tambah gerak, dan pertimbangkan evaluasi kesehatan tulang bila ada faktor resiko. Nah, ini bukan soal takut tua, ini soal masuk usia matang dengan tubuh yang masih bisa diajak kerja sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....