Tujuh Tanda Tubuh Kelebihan Gula
- 23 Apr 2026 08:45 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna – Ada beragam tanda kelebihan gula yang penting untuk diketahui. Meski terlihat ringan, tetapi langkah penanganan perlu segera dilakukan. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi kelebihan gula bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan dalam tubuh.
Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Banyak dari kita merasa sehat-sehat saja, padahal di dalam tubuh kebanjiran gula setiap hari. Kita sering tidak sadar kalau kebiasaan manis kita perlahan merusak sistem dari dalam sampai akhirnya muncul gejala yang mengganggu aktivitas.
Tubuh manusia ibarat sebuah koper liburan yang ukurannya itu pas-pasan. Kalau kita paksa masuk baju terus-menerus, maka resletting-nya akan jebol suatu saat nanti. Sama halnya seperti gula. Kalau asupannya melebihi kapasitas tubuh untuk mengolahnya, maka gula tersebut tidak akan menguap begitu saja, melainkan beredar bebas di aliran darah dan mulai membuat kekacauan di berbagai organ penting.
Ada tujuh tanda tubuh kelebihan gula
Tubuh terasa sangat lelah, padahal kamu tidak habis lari maraton atau kerja berat. Setiap bangun tidur tubuh terasa sangat capek, dan siang hari terasa ngantuk berat. Nah, ini terjadi karena gula darah yang tinggi membuat sel tubuh kita justru kelaparan. Gula itu ada di dalam darah tapi tidak bisa masuk ke dalam sel untuk diubah jadi energi karena insulinnya sudah kewalahan.
Mudah merasa lapar dan haus seperti naik roller coaster, habis minum es kopi susu gula aren yang sangat manis, dan gula darah itu melonjak drastis. Lalu tubuh merasa panik mengeluarkan insulin dalam jumlah besar. Hasilnya gula darah langsung terjun bebas dan otak kita mengirim sinyal palsu. Seolah-olah kita butuh makan manis lagi, adahal perut sebenarnya masih penuh.
Sering buang air kecil, terutama saat malam hari. Ketika gula darah terlalu tinggi, ginjal kita ibarat petugas kebersihan yang harus kerja keras. Ginjal akan menarik banyak air dari dalam tubuh, untuk mengencerkan gula tersebut agar bisa dibuang lewat urin.
Luka kecil yang susah sekali sembuhnya. Punya luka gores sedikit atau gigitan nyamuk yang digaruk tapi berminggu-minggu tidak kering malah kadang jadi infeksi. Kenapa bisa begitu? Karena darah yang terlalu manis bisa merusak sirkulasi darah. Nah, ini adalah pembuluh darah kita. Kalau terlalu sering kena gula berlebih, maka dindingnya bisa rusak perlahan. Aliran darah yang seharusnya membawa nutrisi dan pasukan perbaikan ke area luka jadi terhambat.
Kulit tiba-tiba terasa kering dan gatal tanpa sebab yang jelas. Karena ginjalnya menarik banyak air untuk membuang gula, maka tubuh kita jadi dehidrasi dari dalam. Kulit sebagai organ yang paling pertama kena dampaknya. Kehilangan kelembaban alaminya dan mulai protes dengan rasa gatal.
Penglihatan kadang terasa agak kabur atau tidak fokus. Gula darah yang tinggi itu bisa menarik cairan dari lensa mata kita. Akibatnya lensa mata jadi bengkak dan mengubah kemampuan untuk fokus. Kadang buram, kadang jelas, tergantung seberapa tinggi gula darahmu saat itu. Kalau udah begini, jangan buru-buru, ganti kacamata. Cek dulu aja gula darahnya.
Rasa kebas, kesemutan, atau seperti ditusuk-tusuk jarum di area telapak kaki. Nah, ini bukan karena kamu kelamaan duduk bersila. Ini adalah tanda awal bahwa syaraf di ujung-ujung kakimu itu mulai rusak karena kekurangan oksigen akibat aliran darah yang memburuk. Kalau dibiarkan sarafnya bisa mati rasa sepenuhnya.
Tubuh kita sebenarnya sangat pintar dengan memberikan sinyal peringatan. Sayangnya kita sering terlalu sibuk untuk mendengarkannya. Mulai sekarang yuk lebih peka dengan alarm alami tubuh ini. Kurangi sedikit demi sedikit asupan manis harianmu. Karena mencegah itu jauh lebih murah dan nyaman daripada harus bolak-balik ke rumah sakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....