Kenali Penyebab Tidur Kaget, agar Tidur Lebih Tenang

  • 21 Apr 2026 17:18 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Tidur sering kaget, atau yang dikenal dengan hypnic jerk, adalah kejang otot mendadak yang muncul saat seseorang tertidur atau hampir tertidur. Sensasinya bisa seperti tersentak, terjatuh, atau melayang, sering disertai napas terengah dan detak jantung meningkat. Fenomena ini umum terjadi dan biasanya tidak menandakan masalah kesehatan serius, tetapi jika sering atau intens, bisa mengganggu kualitas tidur dan membutuhkan perhatian khusus. Dilansir dari laman Halodoc, berikut ini beberapa penyebab tidur kaget:

1. Stres dan kecemasan

Tingkat stres atau rasa cemas yang tinggi dapat membuat sistem saraf tetap aktif saat mencoba tidur. Hal ini meningkatkan kemungkinan tubuh tersentak secara tiba-tiba. Mengelola stres sebelum tidur bisa membantu mengurangi kejadian hypnic jerk.

2. Kelelahan ekstrem

Tubuh yang sangat lelah sering mengalami transisi cepat ke tidur nyenyak, sehingga memicu kejang otot. Kondisi ini membuat tersentak saat tidur menjadi lebih mungkin terjadi. Memberikan waktu istirahat cukup sebelum tidur dapat mengurangi efeknya.

3. Konsumsi stimulan

Kafein, nikotin, dan alkohol dapat mengganggu ritme tidur alami dan meningkatkan aktivitas otak. Akibatnya, tubuh lebih mudah tersentak saat tertidur. Menghindari stimulan beberapa jam sebelum tidur bisa membantu kualitas tidur.

4. Olahraga dekat waktu tidur

Melakukan latihan fisik intens menjelang tidur membuat tubuh tetap waspada. Aktivitas ini bisa memicu kejang otot saat transisi tidur. Sebaiknya beri jarak antara olahraga dan waktu tidur agar tubuh lebih rileks.

5. Kurang tidur

Pola tidur yang tidak teratur atau jam tidur yang kurang dapat meningkatkan sensitivitas tubuh. Hal ini membuat tersentak saat tidur lebih sering terjadi. Mempertahankan jadwal tidur rutin membantu mengurangi risiko hypnic jerk.

6. Posisi tidur

Tidur telentang terkadang terkait dengan peningkatan kejadian hypnic jerk. Posisi ini dapat memengaruhi cara tubuh merespons transisi tidur. Mencoba posisi tidur lain bisa membantu mengurangi sensasi tersentak.

Tidur sering kaget memang umum terjadi, tetapi memahami penyebabnya bisa membantu mengurangi frekuensi dan intensitasnya. Dengan mengelola stres, menjaga pola tidur, menghindari stimulan, dan memperhatikan kebiasaan sebelum tidur, kualitas istirahat dapat meningkat. Jika gejala tetap sering muncul atau sangat mengganggu, segera konsultasikan dengan profesional medis bisa menjadi langkah tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....