Gen Z dan Milenial Mulai Beruban Lebih Cepat

  • 27 Mar 2026 17:30 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Menemukan helai rambut putih atau uban di cermin biasanya menjadi tanda kematangan usia. Namun, belakangan ini, fenomena "uban dini" semakin sering ditemukan pada kelompok usia 20-an hingga awal 30-an. Fenomena ini memicu pertanyaan besar: apakah ubanan di usia muda murni karena faktor genetik, atau ada alarm kesehatan yang sedang berbunyi.

Para ahli dermatologi menyebutkan bahwa uban muncul ketika folikel rambut berhenti memproduksi melanin, pigmen yang memberi warna pada rambut. Meski penuaan adalah penyebab alami, berikut adalah beberapa faktor utama mengapa proses ini "balapan" dengan usia Anda:

1. Stres Oksidatif: Musuh Tersembunyi

Stres bukan hanya soal beban pikiran, tapi juga kondisi biologis yang disebut stres oksidatif. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh dapat merusak sel-sel penghasil melanin. Gaya hidup perkotaan dengan tingkat polusi tinggi dan paparan sinar UV berlebih turut mempercepat proses ini.

2. Defisiensi Nutrisi

Rambut yang sehat membutuhkan "bahan bakar" yang tepat. Kurangnya asupan nutrisi tertentu sering kali menjadi biang keladi uban dini, di antaranya:

Vitamin B12: Penting untuk kesehatan sel darah merah dan fungsi saraf.

Zat Besi dan Tembaga: Mineral yang berperan langsung dalam produksi melanin.

Vitamin D: Mempengaruhi siklus hidup folikel rambut.

3. Faktor Genetik (Garis Keturunan)

Jika orang tua atau kakek-nenek Anda sudah beruban di usia 20-an, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya. Genetik menentukan seberapa cepat "jam biologis" pigmen rambut Anda berhenti berdetak.

4. Kebiasaan Merokok

Sebuah studi menunjukkan adanya kaitan erat antara merokok dan munculnya uban sebelum usia 30 tahun. Nikotin dan zat kimia dalam rokok dapat menyempitkan pembuluh darah, yang menghambat aliran nutrisi ke folikel rambut serta meningkatkan radikal bebas.

5. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus, uban dini bisa menjadi indikator masalah kesehatan yang lebih serius, seperti:

Gangguan tiroid (hipertiroid atau hipotiroid).

Penyakit autoimun seperti vitiligo atau alopecia areata.

"Mencabut uban tidak akan membuatnya tumbuh lebih banyak, namun kebiasaan ini bisa merusak folikel rambut secara permanen. Cara terbaik adalah memperbaiki pola makan dan mengelola stres."

Jika penyebabnya adalah genetik, proses ini umumnya permanen. Namun, jika uban dipicu oleh stres atau kekurangan nutrisi, memperbaiki gaya hidup dan mencukupi asupan vitamin terkadang dapat membantu memperlambat atau menghentikan kemunculan uban baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....