Cara Tubuh 'Memakan' Sel Kanker & Sampah saat Puasa

  • 02 Mar 2026 13:45 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah proses medis canggih yang diakui dunia. dr. Indra Gunawan dalam Kanal youtubenya menjelaskan tentang fenomena Autofagi, sebuah "tombol rahasia" dalam tubuh yang akan aktif ketika kita berhenti makan, yang memungkinkan sel-sel tubuh mendaur ulang sampah menjadi energi baru.

Istilah Autofagi berasal dari bahasa Yunani yang berarti "memakan diri sendiri". Meskipun terdengar menyeramkan, proses ini adalah penyelamat bagi kesehatan. Pada tahun 2016, ilmuwan Yoshinori Ohsumi memenangkan Nobel setelah memetakan gen yang mengontrol proses pembersihan sel ini.

Bagaimana Autofagi Bekerja?

dr. Indra mengibaratkan tubuh seperti sebuah rumah. Jika kita makan terus-menerus, tubuh sibuk mengurus "tamu baru" (makanan) sehingga sampah metabolisme dan protein rusak menumpuk. Saat puasa memasuki jam ke-12 dan stok gula habis, tubuh masuk ke mode efisiensi bertahan hidup. Tubuh mulai mencari protein tua yang tidak berguna, menghancurkannya, dan mengubahnya menjadi sel baru yang lebih sehat.

Manfaat Autofagi bagi Penyakit Berat

Melawan Kanker: Puasa menciptakan lingkungan rendah gula dan insulin yang "mencekik" pertumbuhan sel kanker, sekaligus melindungi sel sehat.

Mencegah Alzheimer: Autofagi membantu membersihkan sampah protein atau plak amiloid di otak yang menjadi penyebab kepikunan.

Memperkuat Imun: Sel darah putih yang sudah tua dibersihkan dan diganti dengan sel-sel baru yang lebih agresif melawan virus dan bakteri.

Tips Memaksimalkan Autofagi Saat Berpuasa

Agar proses pembersihan sel ini berjalan maksimal, dr. Indra memberikan beberapa panduan:

Sahur Tinggi Protein: Hindari terlalu banyak karbohidrat (nasi/mie) saat sahur agar tidak cepat lapar. Perbanyak protein dan sayur.

Pilih Manis yang Tepat saat Berbuka: Hindari gula pasir atau sirup yang memicu lonjakan insulin secara mendadak karena dapat langsung menghentikan proses autofagi. Pilihlah kurma karena seratnya menjaga agar gula darah tidak melonjak drastis.

Olahraga Ringan: Jalan sore sebelum berbuka dapat mengaktifkan AMPK, yang bertindak sebagai "pedal gas" untuk mempercepat proses autofagi di otot.

Tidur Cukup: Autofagi pada otak terjadi paling maksimal saat kita berada dalam fase tidur dalam (deep sleep).

Kesimpulan

Rasa lemas atau perut yang berbunyi saat puasa bukanlah sebuah siksaan, melainkan tanda bahwa tubuh sedang melakukan proses penyembuhan (healing). "Itu tanda tubuh kamu lagi mendaur ulang sampah menjadi energi," tutup dr. Indra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....