Bupati Natuna dan Bappenas RI Bahas Geopark Natuna, Usulkan Masuk UGGP

  • 08 Apr 2026 08:57 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Untuk tata kelola Pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Natuna, Pemerintah Daerah gerak cepat melaksanakan rapat bersama Bappenas membahas pengembangan potensi destinasi geopark. Pemkab Natuna diminta segera mengusulkan surat pernyataan kesiapan Geopark Natuna masuk Unesco Global Geopark (UGGP). Rapat dengan Bappenas RI tentang Penguatan Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan melalui pendekatan geopark tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan di ruang rapat utama Kantor Bupati Natuna pada Senin 6 April 2026. Turut Hadir dalam rapat tersebut Staf Khusus Menteri Bappenas Sukmo Harsono, Direktur Sumberdaya Energi Mineral dan Pertambangan Bappenas Togu Santoso Pardede. Dewan Pakar KNGI Prof Mega Fartimah Rosana, Sekda Natuna Boy Wijanarko, dan seluruh OPD Pemkab Natuna serta sejumlah tokoh masyarakat. Bupati Natuna Cen Sui Lan menjelaskan, Natuna merupakan wilayah terluar yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya intervensi pemerintah pusat. Ia berharap Bappenas menjadi perpanjangtangan atau penghubung yang intens bagi Pemkab Natuna dengan pusat dalam mewujudkan wacana tersebut.

Pemkab Natuna Rapat pembahasan Geopark natuna menuju UGGP bersama Bapenas RI, Senin 6 April 2026 (Poto:RRI/Saleh)

“Natuna memiliki destinasi wisata yang eksotis dan tidak kalah saing dengan daerah lain dan sudah sepatutnya menjadi perhatian, kami yakin melalui Bapenas melalui kesiapan kita bersama Geopark Natuna masuk Unesco Global Geopark (UGGP),” kata Cen Sui Lan.

Menyikapi hal tersebut, Staf Khusus Bappenas RI Sukmo Harsono menyampaikan tiga pesan Bappenas Antara lain, Geopark Natuna tidak boleh hanya sampai pada pengakuan atau sertifikat saja. Tapi juga harus berdampak kesejahteraan pada masyarakat. Kedua, program pembangunan yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN).

“Tidak boleh sampai dilepel Sertifikat dan pengakuan saja, Namun Geopark Natuna mampu sebagai motor penggerak roda perekonomian masyarakat kedepannya.,” Ucap Sukmo Harsono.

Dikesempatan yang sama Direktur Sumberdaya Energi Mineral dan Pertambangan Bappenas, Togu Santoso Pardede juga menyampaikan bahwa Natuna memang sudah jadi perhatian nasional hal ini tertuang dalam RPJMN. Seperti kawasan penguatan unggulan ekonomi biru, swasembada pangan air dan energi, kawasan afirmasi dan kawasan konservasi rawan bencana serta kampung nelayan merah putih, kapal ikan modern dan PLTS untuk di desa-desa. Sementara dalam program kewilayahan nasional Natuna masuk dalam program-program seperti cadangan Migas, agriculture, perikanan budi daya dan perikanan tangkap, serta SKPT Selat Lampa yang belum dioperasikan.Sedangkan untuk Geopark, Natuna diminta untuk mempersiapkan diri dengan cara menyampaikan surat pernyataan kesiapan untuk masuk Unesco Global Geopark (UGGP).

“Dan tanggal 4 Mei nanti, Bu Bupati menyampaikan persentasi tentang kesiapan daerahnya. Dan tahun ini kita cuma mengakomodir dua geopark. Semoga geopark Natuna dapat masuk,” Kata Togu Santoso.

Tidak hanya disitu, Dewan Pakar KNGI Prof Mega Fartimah Rosana yang hadir juga membrikan masukan. Ia menyatakan, bahwa Natuna sudah memiliki banyak persiapan untuk masuk geopark global. Cuma menurutnya, terdapat beberapa kendala yang mesti diselesaikan dan dikomunikasikan secara mendalam seperti transportasi dan kejelasan status kawasan. Karena, di Natuna ini juga ada kawasan militer.

“Selebihnya berbagai bentuk persyaratan dan persiapan mungkin sudah banyak dilaksanakan karena kebetulan, saya juga lama mendampingi Natuna, beberapa tahun lalu. Kami optimis Natuna dapat lulus masuk UGGP,” ujarnya Fartimah Rosana.

Dengan Hadirnya perwakilan dari Bapenas tersebut yang ditandai dengan rapat pengembangan potensi destinasi kesiapan Geopark Natuna menuju Unesco Global Geopark (UGGP), akan benar-benar mampu membawa dampak kemajuan ekonomi kerakyatan Kabupaten Natuna dibidang pariwisata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....