Tips Mengatur Keuangan Belanja Kebutuhan Pangan Rumah Tangga

  • 14 Feb 2025 12:53 WIB
  •  Ranai

KBRN, Natuna: Saat ini, kata "efisiensi" sedang banyak diperbincangkan di berbagai media, baik televisi, radio, maupun di kalangan masyarakat. Efisiensi yang dimaksud bukan hanya berkaitan dengan anggaran negara, tetapi juga penting diterapkan dalam kehidupan rumah tangga untuk menghindari pengeluaran berlebihan dan pembengkakan utang.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (13/2/2025), berikut beberapa tips efisiensi kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk ibu rumah tangga yang mengatur keuangan keluarga:

Inventaris Bahan Pangan

Pastikan untuk mencatat bahan pangan yang dimiliki dan lakukan inventarisasi secara rutin. Buat daftar barang, catat tanggal kedaluwarsa, dan terapkan sistem FIFO (First In, First Out). Susun barang-barang dengan masa simpan paling pendek di bagian depan. Hal ini dapat mencegah pembelian ganda, meminimalkan pemborosan, dan menghemat anggaran.

Pahami Tanggal Kedaluwarsa

Perbedaan antara tanggal "gunakan sebelum" dan "baik sebelum" dapat membantu penghematan. Jangan buru-buru membuang makanan yang masih layak konsumsi hanya karena dianggap sudah kedaluwarsa. Tanggal kedaluwarsa berkaitan dengan keamanan pangan, sementara "baik sebelum" lebih berfokus pada kualitas produk yang mungkin sudah menurun tetapi masih aman untuk dikonsumsi.

Penyimpanan yang Tepat

Penyimpanan yang baik dapat mengurangi pembusukan dan pemborosan. Beberapa buah seperti pisang dan tomat lebih baik disimpan pada suhu ruangan. Untuk bahan makanan lainnya, simpan biji-bijian dan kacang-kacangan dalam wadah kedap udara untuk melindungi dari kelembapan dan hama. Pastikan rempah-rempah disimpan di tempat yang sejuk dan gelap.

Manfaatkan Sisa Makanan

Memanfaatkan sisa makanan dapat mengurangi pemborosan. Beberapa hidangan seperti sup bisa dibuat dari sayuran yang ada di rumah, dipadukan dengan bahan dapur lainnya seperti bawang dan kaldu. Sisa makanan juga bisa diolah menjadi camilan.

Belanja dalam Jumlah Besar

Membeli barang dalam jumlah besar dapat menghemat uang, terutama untuk produk yang memiliki masa simpan panjang. Misalnya, bahan makanan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, makanan kaleng, dan rempah-rempah. Belanja grosir dapat membantu mendapatkan harga terbaik, asalkan memiliki ruang penyimpanan yang cukup.

Pengawetan Makanan

Mengawetkan bahan makanan seperti buah dan sayur dapat memperpanjang masa simpannya. Salah satu cara pengawetan adalah dengan mencampur cuka sari apel, gula, dan air dalam jumlah yang sama, lalu didihkan. Setelah dingin, masukkan sayuran ke dalam stoples. Sebagian besar sayuran yang diawetkan dengan cara ini dapat bertahan hingga tiga bulan.

Fermentasi

Fermentasi adalah proses pengawetan dengan menggunakan garam dan air, berbeda dengan pengawetan menggunakan cuka. Bahan yang bisa difermentasi antara lain kubis, wortel, dan timun. Gunakan 2-3% garam berdasarkan berat produk untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bakteri baik. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua makanan dapat difermentasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....