Harga Cabai Natuna Anjlok Petani Terancam Rugi

  • 23 Apr 2026 11:11 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID. Natuna-Harga cabai merah keriting di Kabupaten Natuna dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat para petani mulai khawatir terhadap keberlanjutan usaha pertanian mereka.

Sekretaris kelompok petani muda Desa Harapan Jaya, Sony Hendriyadi, menjelaskan berdasarkan informasi dari para petani, harga cabai sebelumnya berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram . Harga itu dipatok pada Selasa 21 April 2026.

Namun, pada hari ini harga kembali mengalami penurunan menjadi Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, tergantung pada kualitas hasil panen. Penurunan ini dinilai cukup drastis dibandingkan harga normal di Natuna.

"Iya harga cabe makin turun menjadi Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, tergantung pada kualitas hasil panen. Penurunan i cukup drastis dibandingkan harga normal di Natuna."Ujar Sony

Sony juga menyampaikan bahwa daya beli masyarakat saat ini turut mengalami penurunan. Akibatnya, banyak petani memilih tidak melakukan panen karena minimnya pembeli dan rendahnya harga jual di pasaran.

Selain itu, kendala transportasi juga menjadi faktor utama. Proses pengiriman hasil panen ke luar daerah kerap mengalami keterlambatan, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas cabai yang merupakan komoditas mudah rusak.

Dari sisi biaya produksi, petani mengaku mengalami kerugian. Untuk satu pohon cabai, biaya perawatan berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000, sementara hasil panen hanya sekitar 0,8 hingga 1 kilogram per pohon, sehingga tidak sebanding dengan harga jual saat ini.

Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk dukungan distribusi, kemudahan proses karantina di pelabuhan, serta pembukaan akses pasar baru agar harga cabai kembali stabil dan kesejahteraan petani dapat terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....