Ditengah cuaca panas dan kabut asap, Kabupaten Natuna diguyur hujan

  • 17 Sep 2026 12:58 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Setelah berminggu-minggu dilanda cuaca panas ekstrem dan kabut asap akibat El Nino dan Karhutla, Kabupaten Natuna akhirnya berangsur diguyur hujan sejak Minggu sore, 14 September 2026. Meskipun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang namun merata hampir di seluruh Kecamatan, mulai dari Bunguran Timur, Bunguran Barat, Pulau Tiga hingga Serasan.

Guyuran hujan ini disambut suka cita masyarakat, pasalnya udara yang selama ini pekat dan pengap perlahan mulai membaik. "Alhamdulillah akhirnya hujan, yang selama ini panasnya minta ampun, napas sesak karena asap. Sekarang udaranya sudah sejuk dan segar lagi," ujar Ibu Siti, warga Kelurahan Bandarsyah.

Hujan yang mengguyur diwilayah natuna pada kamis 17 September 2026 (Poto:RRI Ranai/Saleh)

Menurut data dari BMKG dan BPBD Natuna, hujan yang turun membantu menurunkan konsentrasi partikel kabut asap (PM2.5) secara signifikan. Indeks Kualitas Udara yang sebelumnya di kategori tidak seha mulai berangsur ke kategori sedan hingga baik. Selain itu, hujan ini juga sangat membantu mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik yang rawan.

Meski hujan turun, Masyarakat tetap dihimbau untuk waspada. Tidak melakukan pembakaran lahan meski sudah hujan, serta menjaga kebersihan saluran air untuk antisipasi genangan. Pemerintah Kabupaten Natuna berharap hujan ini menjadi awal berakhirnya fenomena El Nino dan kabut asap di wilayah perbatasan.

"Hujan ini berkah. Kita syukuri. Tapi jangan lengah, tetap jaga kesehatan, dan waspadai cuaca ekstrem, banjir lokal, dan tanah longsor di daerah perbukitan," ujar Fungsional Ahli Madya Analis Kebencanaan BPBD Natuna Raja Darmika.

Berdasarkan laporan terbaru dari BMKG pemicu hujan Adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Kabupaten Natuna menyebabkan penumpukan massa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan ringan hingga sedang.

Masyarakat tetap dihimbau selalu waspada terhadap pertumbuhan awan gelap dan tebal yang menjulang tinggi (awan cumulonimbus) karena dapat memicu terjadinya guntur, hujan lebat dan angin kencang yang diserta peningkatan tinggi gelombang secara tiba-tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....