Cuaca Natuna Berawan, Suhu Capai 34 Derajat Celsius

  • 06 Sep 2026 17:49 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna — Cuaca wilayah Natuna pada Minggu, 6 September 2026, diprakirakan secara umum berada dalam kondisi berawan sepanjang hari. Informasi tersebut disampaikan dalam program Info Cuaca Pro2 RRI Ranai bersama Forecaster BMKG Natuna, Marcelino Kartodinudjo melalui 99,2 FM.

Marcelino menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi kelembapan udara lapisan atas yang relatif rendah serta kecepatan angin yang cukup kuat di sekitar wilayah Natuna. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan menjadi kurang signifikan.

“Kelembapan udara lapisan atas yang relatif rendah dan kecepatan angin yang cukup kuat menyebabkan kurangnya pertumbuhan awan hujan, sehingga secara umum cuaca di wilayah Natuna hari ini diprakirakan berawan,” ujar Marcelino.

Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca pada pagi hari secara umum berawan dan kondisi serupa diperkirakan berlangsung hingga siang dan sore hari. Pada malam hingga dini hari, wilayah Natuna juga diprakirakan masih berada dalam kondisi berawan.

Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 26 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 55 hingga 85 persen. Angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 6 hingga 35 kilometer per jam.

Sementara itu, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Natuna diprakirakan berada pada kisaran 0,1 hingga 0,75 meter. Kondisi gelombang tersebut berada dalam kategori tenang hingga rendah.

Meski kondisi cuaca secara umum berawan, masyarakat tetap diimbau mewaspadai pertumbuhan awan gelap dan tebal atau cumulonimbus. Awan tersebut dapat berpotensi menimbulkan guntur disertai petir, hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi secara tiba-tiba.

BMKG Natuna juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan, mengingat kondisi lahan di wilayah Natuna berpotensi mudah terbakar akibat fenomena El Nino kategori sangat kuat. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan turut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....