Menembus Gelombang, Perjuangan Tenaga Kesehatan Jangkau Anak di Pulau Natuna

  • 17 Agt 2026 22:23 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Deru mesin perahu berpadu dengan suara gelombang laut menjadi bagian dari perjalanan tenaga kesehatan menuju Desa Sededap, Natuna. Di tengah kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat, mereka tetap menyeberangi laut untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak di wilayah kepulauan tetap berjalan.

Perjalanan menuju lokasi tidak selalu mudah, terutama ketika gelombang laut meninggi. Bagi tenaga kesehatan dan kader Posyandu, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi agar pemberian Vitamin A dan obat cacing kepada anak tetap terlaksana.

Sesampainya di daratan, perjuangan belum berakhir. Sejumlah petugas bahkan harus menyesuaikan kondisi tubuh setelah menghadapi perjalanan laut yang membuat mereka merasa oleng.

Penanggung jawab Gizi Puskesmas Pulau Tiga, Jorgi Arifsyah
PJ Gizi Puskesmas Pulau Tiga, Jorgi Arifsyah

Penanggung jawab Gizi Puskesmas Pulau Tiga, Jorgi Arifsyah, mengatakan kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Desa Sededap. Akses menuju wilayah tersebut yang harus ditempuh melalui jalur laut membuat petugas perlu menghadapi berbagai kondisi cuaca selama perjalanan.

“Akses yang harus menyeberang laut, gelombang tinggi, dan ketika sampai di daratan banyak yang oleng,” ujar Jorgi.

Meski demikian, partisipasi orang tua membawa anak ke Posyandu untuk mendapatkan Vitamin A dan obat cacing dinilai cukup tinggi. Menurut Jorgi, pemberian kedua intervensi tersebut merupakan salah satu bagian dari program intervensi stunting, sehingga kader dan perangkat desa terus mengajak orang tua untuk membawa anak ke Posyandu.

Upaya edukasi juga dilakukan sebelum kegiatan pelayanan berlangsung. Petugas kesehatan telah memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar satu bulan sebelumnya mengenai pentingnya pemberian Vitamin A dan obat cacing bagi anak.

Namun, tidak semua anak dapat langsung hadir ketika Posyandu dilaksanakan. Ketika masih ada orang tua yang belum membawa anaknya, kader melakukan sweeping atau kunjungan dari rumah ke rumah untuk memastikan anak mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

“Setelah kerja di Posyandu, kader melakukan sweeping atau kunjungan rumah, sehingga menambah beban kerja kader,” ungkap Jorgi.

Untuk meningkatkan kehadiran masyarakat, petugas dan kader Posyandu rutin memberikan surat undangan pelaksanaan Posyandu setiap bulan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong orang tua agar lebih aktif membawa anaknya ke Posyandu sesuai jadwal pelayanan.

Di tengah jarak, gelombang dan kondisi cuaca yang dapat berubah, langkah para tenaga kesehatan dan kader Posyandu terus bergerak. Perjalanan menyeberangi laut dan kunjungan dari rumah ke rumah menjadi gambaran bagaimana pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan membutuhkan ketekunan, agar anak-anak di pelosok Natuna tetap mendapatkan Vitamin A dan obat cacing sebagai bagian dari upaya menjaga tumbuh kembang mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....