Rakor Tanggap Darurat Bahas Penanganan Korban Kebakaran Kelarik Air Mali
- 18 Jun 2026 07:14 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Pemerintah Kecamatan Bunguran Utara menggelar rapat koordinasi tanggap darurat pascakebakaran rumah warga di Desa Kelarik Air Mali, Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyusun langkah penanganan dan bantuan bagi keluarga yang terdampak musibah.
Rapat koordinasi dihadiri unsur Forkopimcam Bunguran Utara, Pemerintah Desa Kelarik Air Mali, serta pihak terkait lainnya. Pertemuan tersebut membahas kebutuhan mendesak korban dan upaya percepatan penanganan pascakejadian.
Camat Bunguran Utara, Mikrayatul Hayat, kepada RRI mengatakan koordinasi dilakukan agar bantuan yang diberikan kepada korban dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, pemerintah kecamatan berupaya memastikan keluarga korban memperoleh dukungan yang diperlukan selama masa pemulihan.

"Kami menggelar rapat koordinasi untuk menyamakan langkah dalam membantu keluarga korban. Harapannya, seluruh kebutuhan mendesak dapat segera terpenuhi dan korban dapat kembali menjalani aktivitas dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kelarik Air Mali, Supriadi, mengatakan pemerintah desa terus melakukan pendampingan terhadap keluarga korban sejak terjadinya kebakaran. Pendataan kebutuhan juga telah dilakukan sebagai dasar dalam penyaluran bantuan.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan berbagai pihak untuk membantu keluarga korban. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga yang terdampak musibah," katanya.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah kebutuhan prioritas, mulai dari kebutuhan pangan, pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga dukungan tempat tinggal sementara. Seluruh pihak sepakat untuk terus berkoordinasi guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Selain penanganan jangka pendek, rapat juga membahas langkah lanjutan untuk membantu keluarga korban kembali bangkit setelah musibah kebakaran. Dukungan pemerintah dan masyarakat dinilai penting dalam proses pemulihan tersebut.
Melalui rapat koordinasi tanggap darurat ini, pemerintah berharap penanganan korban kebakaran dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu membantu keluarga korban melewati masa sulit pascakejadian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....