Petani Melon Harapan Jaya Harap Kerja Sama MBG
- 09 Feb 2026 22:07 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Petani melon di Desa Harapan Jaya terus berupaya mengembangkan hasil pertanian lokal agar mampu bersaing dan terserap pasar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka peluang kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Petani melon Jajang Nurjaman menyebutkan, komunikasi dengan pihak MBG sebenarnya telah terjalin sejak kunjungan Ibu Bupati ke kebun melon pada bulan Desember lalu. Menurutnya, kerja sama tersebut penting agar hasil panen petani lokal dapat diserap sejak awal proses penanaman.
Jajang juga menilai harga melon lokal tidak jauh berbeda dengan melon impor yang selama ini beredar di pasaran.
“Waktu Ibu Bupati ke kebun bulan Desember kemarin, sudah ada komunikasi dengan MBG. Harapannya dari mulai tanam sampai panen bisa diajak kerja sama, apalagi harga melon lokal dan impor hampir sama,” ujarnya.
Selain harga yang bersaing, kualitas melon lokal Natuna dinilai tidak kalah dengan produk dari luar daerah. Jajang menyebut bibit dan hasil panen melon yang dibudidayakan memiliki rasa yang baik dan mampu bersaing di pasaran.
Saat ini, kebun melon yang dikelolanya belum menggunakan sistem greenhouse. Terdapat tiga jenis melon yang dibudidayakan, yakni melon kulit hijau, melon hijau dengan daging oranye, serta melon jenis golden.
Menurut Jajang, konsumen yang membeli melon lokal merasa puas dengan kualitas yang dihasilkan.
“Kami tanam ada tiga jenis melon. Bibit lokal rasanya bagus, pembeli juga tidak pernah kecewa. Dari segi kualitas, kami berani bersaing dengan melon dari luar daerah,"jelasnya.
Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut resmi terkait kerja sama dengan vendor MBG. Sementara itu, penyerapan melon lokal oleh MBG baru dilakukan dari wilayah Bandarsyah dengan jumlah pembelian sekitar lima puluh kilogram dalam sekali pengambilan.
| Baca juga: Kemarau Picu Krisis Air Petani |

Selain MBG, kerja sama juga telah terjalin dengan perangkat desa, termasuk pihak kecamatan, serta vendor dari daerah lain. Meski demikian, budidaya melon masih menghadapi sejumlah tantangan.
Perawatan melon dinilai cukup sulit dan tidak semua petani mampu menguasai teknik budidayanya. Di Desa Harapan Jaya sendiri, jumlah petani melon masih sangat terbatas.
Saat ini, pengelolaan kebun masih mengandalkan tenaga keluarga dengan luas lahan sekitar dua hektare yang tidak seluruhnya ditanami. Setiap kali panen, hasil melon diperkirakan mencapai sekitar dua ton.
Budidaya melon masih menjadi usaha sampingan karena kebutuhan pasar di Natuna yang belum terlalu besar. Harga jual melon berkisar dua puluh ribu rupiah per kilogram, sementara harga eceran mencapai dua puluh lima ribu rupiah per kilogram.
Jajang berharap, ke depan program MBG dapat menjalin kerja sama dengan petani lokal Natuna agar produk daerah lebih diutamakan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....