Kemarau Picu Krisis Air Petani
- 11 Apr 2026 10:52 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Musim kemarau mulai dirasakan dampaknya oleh para petani di Kabupaten Natuna. Kondisi cuaca panas berkepanjangan menyebabkan ketersediaan air semakin berkurang, sehingga mengganggu aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah desa.
Di Desa Harapan Jaya, para petani mengaku kesulitan memperoleh air untuk menyiram tanaman mereka. Sumber air seperti sumur dan kolam yang biasa dimanfaatkan kini mulai mengering akibat minimnya curah hujan.
| Baca juga: Rumah Warga Kelarik Air Mali Terbakar |
Seorang petani setempat, Hasanudin, mengatakan bahwa kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ia bersama petani lain harus mencari sumber air alternatif agar tanaman mereka tetap bisa bertahan.
“Musim kemarau ini kami mulai kesulitan mendapatkan air untuk menyiram tanaman. Sumur sudah mulai kering,” ujar Hasanudin jum'at 10 April 2026 .
| Baca juga: Produksi Cengkeh Warga Alami Peningkatan |
Ia menambahkan, selain kesulitan air, musim kemarau juga berdampak pada menurunnya hasil panen. Tanaman yang kekurangan air tidak dapat tumbuh secara optimal sehingga kualitas dan kuantitas hasil pertanian ikut menurun.
Menurut Hasanudin, kondisi ini membuat petani harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk merawat tanaman, bahkan sebagian terpaksa mengurangi luas lahan yang digarap agar bisa menyesuaikan dengan ketersediaan air.
Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, seperti penyediaan sarana irigasi atau bantuan air bersih, sehingga aktivitas pertanian dapat terus berjalan meskipun di tengah musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....