Harga Madu di Ranai Anjlok Drastis
- 26 Agt 2026 11:22 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Harga madu di Ranai, Kabupaten Natuna, mengalami penurunan cukup drastis. Jika sebelumnya madu dijual dengan harga mencapai Rp120 ribu per botol, kini harganya turun menjadi sekitar Rp50 ribu per botol.
Penurunan harga tersebut menjadi peluang tersendiri bagi para pedagang. Dengan harga yang relatif murah di Ranai, sebagian penjual memilih membeli madu dalam jumlah lebih banyak untuk kemudian dipasarkan kembali ke luar daerah, seperti Tanjung pinang dan Pontianak.
Susan Penjual Madu, warga Kelurahan Ranai-Darat, mengaku memanfaatkan kondisi harga murah tersebut untuk menjalankan usaha penjualan madu ke luar daerah.
Menurut Susan, harga madu yang hanya sekitar Rp50 ribu per botol di Ranai cukup menarik untuk dibawa dan dijual kembali di daerah lain dengan harga yang lebih tinggi.
"Saya sudah empat kali trip kapal membawa madu dari Ranai untuk dijual ke Pontianak. Alhamdulillah, keuntungannya lumayan," ujar Susan.
Ia mengatakan, dalam satu kali perjalanan, madu yang dibawa disesuaikan dengan kemampuan dan jumlah pesanan. Setibanya di daerah tujuan, madu tersebut dapat dijual dengan harga sekitar Rp200 ribu per botol.
Selisih harga yang cukup besar menjadi daya tarik bagi Susan untuk terus menjalankan usaha tersebut. Selain mendapatkan keuntungan, ia juga melihat tingginya minat masyarakat di luar Natuna terhadap madu asal daerah tersebut.
Madu Natuna sendiri dikenal sebagai salah satu hasil alam yang banyak diproduksi masyarakat, khususnya di Pulau Bunguran. Sejumlah pencari madu di Natuna telah lama menjadikan madu alam sebagai sumber penghasilan dan memasarkannya kepada masyarakat lokal maupun pembeli dari luar daerah
Kondisi harga saat ini pun memberikan keuntungan bagi dua pihak. Konsumen di Ranai dapat memperoleh madu dengan harga lebih murah, sementara pedagang memiliki kesempatan mendapatkan margin keuntungan dengan memasarkannya ke daerah yang memiliki harga jual lebih tinggi.
Jalur laut juga menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas perdagangan dari Ranai menuju daerah lain. Pemerintah Kabupaten Natuna sendiri mencantumkan rute transportasi air Ranai–Pontianak dan Ranai–Tanjung pinang dalam standar biaya perjalanan daerah.
Bagi Susan, peluang tersebut menjadi kesempatan untuk terus mengembangkan usahanya. Empat kali perjalanan membawa madu ke Pontianak menjadi pengalaman tersendiri sekaligus membuktikan bahwa produk lokal Natuna memiliki pasar di luar daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....