Hari Lampu Lalu Lintas Internasional Setiap 5 Agustus, Simak Sejarahnya

  • 04 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Lampu Lalu Lintas Internasional diperingati secara global setiap tanggal 5 Agustus. Perayaan ini untuk memperingati salah satu inovasi rekayasa terpenting dalam sejarah modern, yaitu sebuah sistem sederhana berupa lampu berwarna yang telah menyelamatkan jutaan nyawa dan membuat jalan raya jauh lebih aman.

Melansir dari Awareness Days, Hari Lampu Lalu Lintas Internasional diciptakan untuk menandai peristiwa pemasangan lampu lalu lintas elektrik pertama di dunia pada 5 Agustus 1914 di Cleveland, Ohio. Peristiwa ini menandai dimulainya era di mana manajemen lalu lintas yang terstandarisasi akan mengubah kehidupan perkotaan dan secara drastis mengurangi jumlah korban kecelakaan lalu lintas.

Kisah lampu lalu lintas tidak bermula dari listrik, melainkan dari gas. Pada bulan Desember 1868, sebuah sinyal lalu lintas bertenaga gas dipasang di depan Gedung Parlemen di London, alat ini dirancang oleh J.P. Knight, seorang insinyur sinyal kereta api.

Perangkat tersebut menggunakan lentera berwarna merah dan hijau yang dioperasikan secara manual oleh seorang petugas polisi. Sayangnya, alat itu meledak hanya sebulan setelah pemasangan akibat kebocoran gas yang memicu ledakan, yang melukai petugas yang sedang bertugas, sehingga eksperimen tersebut pun dihentikan.

Pengembangan lampu lalu lintas elektrik pada awal abad ke-20 didorong oleh pesatnya pertumbuhan penggunaan mobil. Sejumlah penemu turut berkontribusi pada konsep tersebut.

Lester Wire, seorang petugas polisi di Salt Lake City, Utah, sering dianggap sebagai perancang sinyal lalu lintas elektrik pertama yang menggunakan lampu merah dan hijau yang dipasang pada sebuah kotak kayu. Rancangannya menginspirasi pemasangan lampu lalu lintas di Cleveland pada tanggal 5 Agustus 1914, yang menjadi sinyal lalu lintas elektrik fungsional pertama di dunia di persimpangan jalan kota yang ramai.

Pada tahun 1920, William Potts, seorang petugas polisi Detroit, memperkenalkan lampu lalu lintas pertama yang memiliki tiga warna dan mengatur arus dari empat arah, dengan menambahkan warna kuning sebagai lampu transisi. Garrett Morgan, seorang penemu asal Amerika, mematenkan lampu lalu lintas tiga posisi pada tahun 1923.

Desain ini menambahkan posisi berhenti netral yang memungkinkan pejalan kaki dan kendaraan untuk meninggalkan persimpangan dengan aman sebelum lalu lintas kembali bergerak. Desain Morgan menjadi landasan bagi sistem lampu lalu lintas tiga fase modern yang digunakan di seluruh dunia saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....