Mengenal Hari Kardiologi Intervensional Internasional Setiap 16 September

  • 15 Sep 2026 09:31 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Kardiologi Intervensional Internasional diperingati secara global setiap tanggal 16 September. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit dan prosedur kardiovaskular, komplikasi terkait, serta pencegahan dan perawatannya.

Melansir dari situs resmi PBB, Hari Kardiologi Intervensional Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada bulan September 2022. Melalui peringatan ini, PBB mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan agar terus meyuarakan tentang kardiologi intervensional kepada masyarakat. Pengetahuan terhadap kardio-angiologi intervensional dapat meningkatkan kesehatan, memperpanjang harapan hidup, dan memperbaiki kualitas hidup.

Tanggal peringatan ini dipilih untuk menghormati Dr. Andreas Grüntzig yang melakukan angioplasti koroner pertama kali pada tanggal 16 September 1977. Sejak saat itu, angioplasti telah menjadi prosedur yang paling banyak menyelamatkan massa otot jantung (miokardium) yang berisiko di seluruh dunia.

Penyakit tidak menular (PTM), termasuk penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan penyakit paru kronis, secara keseluruhan menyebabkan hampir 70 persen dari seluruh kematian di dunia. Meningkatnya kejadian penyakit tidak menular menjadi beban berat bagi masyarakat serta menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang serius.

Diperlukan langkah penanganan terhadap penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis, yang merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan pembangunan manusia. Penyakit kardiovaskular merupakan kelompok gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Diperkirakan 17,9 juta orang meninggal akibat penyakit ini pada tahun 2019, yang mencakup 32 persen dari seluruh kematian global. Sebanyak 85 persen dari kematian tersebut disebabkan oleh serangan jantung dan stroke.

Kunci untuk mengurangi penyakit kardiovaskular terletak pada penyertaan intervensi penanganan penyakit kardiovaskular ke dalam paket cakupan kesehatan semesta. Meskipun di banyak negara, sistem kesehatan memerlukan investasi dan reorientasi yang signifikan untuk menangani penyakit kardiovaskular secara efektif. Pasien dengan penyakit kardiovaskular harus memiliki akses terhadap teknologi dan pengobatan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....