Tips Menggunakan Bedong Bayi agar Aman dan Nyaman
- 03 Agt 2026 15:45 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna-Membedong bayi merupakan praktik yang telah lama dilakukan untuk membantu bayi merasa lebih nyaman dan tenang, terutama pada minggu-minggu awal setelah lahir. Bedung yang digunakan dengan cara yang benar dapat membantu mengurangi refleks kaget (Moro reflex) sehingga bayi dapat tidur lebih nyenyak.
Dokter anak mengingatkan bahwa bedung bukanlah keharusan bagi semua bayi. Orang tua perlu memahami teknik membedong yang aman agar manfaatnya dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko gangguan pernapasan maupun masalah pada perkembangan pinggul bayi.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah menggunakan kain bedung yang berbahan lembut, ringan, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Bahan seperti katun umumnya lebih nyaman digunakan karena mampu menyerap keringat dan membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil.
Hindari membedong bayi dengan kain yang terlalu tebal, terutama saat cuaca panas atau ketika bayi berada di ruangan dengan suhu hangat. Bayi yang kepanasan dapat menjadi rewel dan berisiko mengalami peningkatan suhu tubuh yang tidak diinginkan.
Saat membedong, pastikan bagian dada dan lengan terbungkus dengan nyaman tanpa terlalu ketat. Bedung yang terlalu kencang dapat membatasi gerakan dada saat bernapas sehingga membuat bayi merasa tidak nyaman.
Dokter anak juga menyarankan agar bagian pinggul dan kaki tetap memiliki ruang untuk bergerak. Posisi kaki sebaiknya dapat menekuk dan membuka secara alami karena bedung yang terlalu ketat pada area kaki dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan sendi panggul.
Setelah bayi selesai dibedong, selalu letakkan ia tidur dalam posisi telentang di atas kasur yang datar dan kokoh. Posisi tidur telentang merupakan posisi yang paling aman untuk membantu mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
Jangan meletakkan bayi yang dibedong tidur dalam posisi miring atau tengkurap. Apabila bayi mulai mampu berguling sendiri, penggunaan bedung sebaiknya dihentikan karena dapat meningkatkan risiko bayi kesulitan mengubah posisi tubuh saat tidur.
Bedung sebaiknya hanya digunakan saat bayi tidur atau ketika membutuhkan bantuan untuk menenangkan diri. Saat bayi terjaga dan aktif, berikan kesempatan untuk menggerakkan tangan serta kakinya agar perkembangan motorik berlangsung secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....