Warga Jemaja Timur Temukan Potongan Tubuh Manusia
- 18 Jul 2026 23:18 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID.Natuna :Warga Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia berjenis kelamin laki-laki yang mengapung di Perairan Genting Pulur, Kamis 16 Juli 2026 , malam. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Jemaja bersama unsur TNI, Basarnas, pemerintah desa, dan masyarakat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pencarian serta penanganan awal.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Kapolres, penanganan dilakukan secara profesional dengan melibatkan seluruh unsur terkait guna memastikan proses pencarian dan penyelidikan berjalan secara optimal.
"Setiap informasi yang diterima dari masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat, profesional, dan terukur. Dalam penanganan kejadian ini kami bersinergi dengan TNI, Basarnas, pemerintah desa, serta masyarakat agar proses pencarian dan penyelidikan dapat berjalan optimal. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas korban agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian." Ujar Kapolres
Peristiwa tersebut bermula saat seorang nelayan yang baru pulang memancing melihat sebuah benda berwarna gelap mengapung di laut dan mengiranya sebagai plastik. Namun, setelah benda tersebut berputar akibat hempasan ombak, saksi menyadari bahwa benda itu merupakan potongan tubuh manusia berjenis kelamin laki-laki.
Karena kondisi potongan tubuh sudah mengeluarkan bau menyengat, saksi tidak berani melakukan evakuasi dan segera melaporkan temuannya kepada warga sekitar. Laporan itu kemudian diteruskan kepada perangkat Desa Genting Pulur dan Bhabinkamtibmas. Polsek Jemaja selanjutnya berkoordinasi dengan TNI, Tim Basarnas Jemaja, pemerintah desa, serta masyarakat untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Tim gabungan melakukan penyisiran di Perairan Genting Pulur menggunakan sarana transportasi laut. Namun hingga dini hari, potongan tubuh yang dilaporkan belum berhasil ditemukan kembali. Proses pencarian terkendala kondisi malam hari yang gelap, jarak pandang yang terbatas, serta karakteristik perairan yang dangkal sehingga menyulitkan proses penyisiran.
Selain melanjutkan pencarian, aparat kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta mengetahui penyebab kejadian tersebut. Polres Kepulauan Anambas menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait agar proses pencarian dan penyelidikan dapat berjalan maksimal hingga kasus ini terungkap.
Sinergi antara Polri, TNI, Basarnas, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pencarian . Langkah ini sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga korban serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....