Curah Hujan di Natuna Dibawah Normal sejak Februari 2026
- 12 Jun 2026 13:04 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, NATUNA - Wilayah Natuna dinilai ikut terkena imbas dari kondisi cuaca di Indonesia umumnya yang diperkirakan akan mengalami kondisi kemarau lebih panjang di tahun 2026 ini. Meskipun demikian hal tersebut tidak berarti tidak adanya hujan, melainkan intensitasnya yang kecil.
Hal itu disampaikan oleh prakirawan BMKG Natuna Asrul Saparuddin berkenaan dengan kondisi cuaca di wilayah Natuna akhir-akhir ini. Dalam dialognya dengan RRI pada Kamis, 11 Juni 2026, Asrul mengatakan dari perkiraan BMKG sebelumnya musim kemarau lebih awal.
Dijelaskan, sekitar 64,5 persen daerah di Indonesia berdasarkan perkiraan BMKG merupakan daerah terdampak musim kemarau panjang. Dan wilayah Natuna umumnya Kepulauan Riau merupakan salah satu kawasan yang terdampak.
Ia juga menjelaskan untuk wilayah Natuna dari bulan Februari hingga April 2026 curah hujan yang turun berada di kategori bawah normal dengan normal.
“ Itu artinya kecenderungani curah hujan Natuna kurang lebih berada di bawah sekitar seratus mili. Artinya dengan kondisi seperti itu tingkat terjadinya endapan atau penampungaan air cukup sulit’. Ujarnya menerangkan.
Sementara itu untuk bulan Mei hingga Juni ini curah hujan cenderung lebih tinggi. Hal ini karena menurutnya wilayah Natuna masuk dalam kategori zona ecotorial yang artinya terjadinya hujan sepanjang tahun.
“Memang terjadinya hujan sepanjang tahun, tapi intensitasnya itu yang rendah untuk tahun 2026 ini intensitasnya rendah, sebentar dan hujan tidak merata untuk setiap wilayah Natuna.” Ujarnya lagi.
Dan resapan air hujan yang rendah ujarnya dimungkinkan disebabkan faktor tanah di wilayah Natuna sendiri. Dengan kondisi intensitas hujan yang rendah dan air lebih .cepat lebih menyerap maka kesulitan air di Natuna tetap terjadi.
Ia juga mewanti wanti dengan kondisi enzo sebagai dampak el nino yang puncaknya diperkirakan berlangsung pada Agustus dan September. Dan ia juga berharap untuk wilayah di Natuna pengaruhnya nanti tidak terlalu berdampak terhadap kekeringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....