Warga Desa Binjai Tewas, Diduga Tersambar Petir saat Cari Kepiting
- 21 Jun 2026 08:10 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Seorang warga Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat mencari kepiting di kawasan Sungai Penarik, Sabtu 20 Juni 2026. Korban diketahui bernama Yakuf, laki-laki berusia 61 tahun. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.50 WIB ketika wilayah setempat sedang diguyur hujan disertai petir.
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, korban saat itu tengah mencari kepiting di sekitar Sungai Penarik seorang diri. Di tengah aktivitasnya, cuaca memburuk dengan hujan dan petir yang cukup intens. Korban kemudian diduga tersambar petir dan tidak kembali ke rumah.
| Baca juga: Babinsa Perkuat Komsos Bersama Warga |
Mengetahui korban belum pulang, warga bersama aparatur Desa Binjai segera melakukan pencarian di sekitar lokasi tempat korban biasa mencari kepiting. Setelah upaya pencarian awal dilakukan, Kepala Desa Binjai, Rosyid, melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna pada pukul 11.04 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Natuna langsung mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian dan evakuasi. Namun dalam perjalanan menuju lokasi, tim menerima informasi bahwa korban telah ditemukan lebih dahulu oleh warga setempat.
| Baca juga: Babinsa Air Payang Pererat Silaturahmi |
Korban kemudian dievakuasi menggunakan pompong nelayan menuju Pelabuhan Binjai untuk selanjutnya mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setibanya di Pelabuhan Binjai, Tim Rescue Kantor SAR Natuna membantu proses evakuasi korban menuju Puskesmas Bunguran Tengah.
Berdasarkan hasil operasi, korban berhasil ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia atau MD. Operasi evakuasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Polsek Bunguran Barat, Koramil Bunguran Barat, Puskesmas Bunguran Tengah, aparatur Desa Binjai, serta masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car, pompong nelayan, peralatan medis, peralatan evakuasi, radio komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan masih hujan dengan suhu sekitar 28 derajat Celsius, kecepatan angin 10 knot dari arah barat daya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Warga diingatkan selalu waspada terutama ketika cuaca buruk disertai hujan dan petir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....