LPSDP Natuna Minta Pemerintah Beri Perlindungan bagi Nelayan
- 03 Jun 2026 08:12 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID.Natuna – Ketua Lembaga Pengelola Sumber Daya Pesisir atau LPSDP Natuna, Cherman, meminta pemerintah Indonesia memberikan jaminan keamanan dan perlindungan kepada nelayan tradisional Natuna . Hal ini diniai perlu karena nelayan semakin terdesak akibat aktivitas kapal ikan asing yang diduga beroperasi secara ilegal di perairan Natuna Utara.
Menurut Cherman, keberadaan kapal-kapal tersebut telah berdampak langsung terhadap aktivitas penangkapan ikan para neayan lokal. Laut Natuna menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir Natuna.
Ia mengungkapkan, para nelayan setempat kerap terpaksa pulang tanpa hasil tangkapan karena sedikitnya enam kapal trawl beroperasi di kawasan tangkap nelayan, baik pada siang maupun malam hari. Kondisi tersebut, kata dia, membuat nelayan tradisional kesulitan memperoleh hasil tangkapan yang memadai dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan mata pencaharian mereka.
"Saya sering di laut menyaksikan sendiri kapal kapal asing tersebut dengan Trawl itu cukup meresahkan nelayan lokal ,awalnya malam saja tapi saat ini semakin masih siang dan malam dan membuat para nelayan kita dengan pompongnya itu terpaksa menghindar agar tidak tertabrak kapal mereka " Ujar Cherman 1 Juni 2026
Sebagai bentuk respons terhadap persoalan itu, komunitas nelayan bersama sejumlah elemen masyarakat telah membentuk tim kerja. Tim ini bertugas memantau, mendokumentasikan, serta menyuarakan kondisi yang dihadapi nelayan Natuna di lapangan.
Cherman berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut agar nelayan Natuna dapat kembali melaut dengan aman di wilayah perairan Indonesia. Ia juga berharap tidak ada lagi nelayan Natuna yang terpaksa mencari ikan hingga memasuki wilayah perairan negara tetangga karena kesulitan memperoleh hasil tangkapan di laut mereka sendiri.
Menurutnya, kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan persoalan hukum bagi nelayan yang hanya berupaya mencari nafkah untuk keluarga mereka. Cherman menegaskan bahwa selama ini nelayan Natuna menerapkan praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian sumber daya laut.
Setiap kelompok nelayan, lanjutnya, memiliki kawasan tangkap yang dijaga sebagai “lumbung ikan” sehingga stok ikan tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi berikutnya. Ia menilai negara harus hadir memberikan perlindungan nyata kepada nelayan yang bekerja dan mencari nafkah di wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan seperti Natuna. Cherman juga mengungkapkan bahwa keberadaan kapal-kapal yang diduga asing dan ilegal tersebut sangat meresahkan, terutama pada malam hari. Kapal trawl berukuran besar disebut tetap melaju saat menarik jaring, sehingga membahayakan keselamatan nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil.
Sementara itu, Kepala Desa Kadur, Kecamatan Pulau Laut, Herman, membenarkan bahwa keluhan terkait persaingan ruang tangkap dengan kapal-kapal besar telah lama disampaikan oleh para nelayan kepada pemerintah desa.
" iya sering nelayan kita mengadu kan hal itu dan itu bukan rahasia umum lagi ,memang bisa menimbulkan konflik dan nelayan kita juga pastinya jadi sulit untuk mendapatkan hasil ikan karena mereka memiliki ukuran kapal yang besar dan nelayan kita akhirnya mengalah " Ucap Herman
Menurut Herman, kondisi tersebut sudah menjadi persoalan yang sering dihadapi nelayan Natuna dan berdampak pada hasil tangkapan serta pendapatan mereka. Ia mengungkapkan bahwa nelayan lokal kerap memilih menghindar ketika kapal-kapal besar memasuki area penangkapan ikan yang biasa mereka gunakan, sehingga kesempatan memperoleh hasil tangkapan menjadi berkurang dan berpengaruh terhadap kesejahteraan nelayan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....