Sandwich generation: saat anak menjadi tulang punggung

  • 15 Apr 2026 22:06 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Pada kehidupan modern saat ini, istilah sandwich generation semakin sering kita dengar. Istilah ini menggambarkan mereka yang berada di posisi terjepit antara tanggung jawab terhadap orang tua dan anak.

Fenomena ini bukan sekadar istilah, melainkan realita yang dijalani banyak orang saat ini. Banyak individu di usia produktif harus membagi peran sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh bagi dua generasi.

Di satu sisi, orang tua membutuhkan perhatian, perawatan, dan dukungan finansial. Di sisi lain, anak-anak memerlukan pendidikan, kasih sayang, dan jaminan masa depan.

Kondisi ini membuat beban finansial menjadi tantangan yang tidak ringan. Penghasilan harus dikelola dengan cermat untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang terus meningkat.

Tak hanya soal ekonomi, tekanan emosional juga sering dirasakan. Rasa lelah dan khawatir kerap muncul ketika merasa belum mampu memberikan yang terbaik bagi semua pihak.

Meski begitu, ada nilai kuat yang tumbuh dari kondisi ini, yaitu tanggung jawab dan ketangguhan. Banyak dari mereka yang tetap bertahan dan belajar mengelola hidup dengan lebih bijak.

Penting untuk menyadari bahwa beban ini tidak harus ditanggung sendiri. Dengan dukungan keluarga dan pengelolaan yang baik, peran sebagai sandwich generation dapat dijalani dengan lebih seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....