SAR Natuna Tingkatkan Kesiapsiagaan lewat Diklat Medical First Responder

  • 03 Agt 2026 15:11 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID.Natuna -Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna menggelar Pendidikan dan Pelatihan SAR Medical First Responder (MFR) di Kabupaten Natuna. Kegiatan ini dimulai pada 3 Agustus dan akan berlangsung hingga 27 Agustus 2026. Pelatihan tersebut menjadi upaya Kantor SAR Natuna dalam meningkatkan kemampuan dasar pertolongan medis bagi personel SAR, relawan, serta masyarakat yang berpotensi menjadi penolong pertama saat terjadi keadaan darurat.

Sebanyak 30 peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan yang berlangsung selama 25 hari. Mereka akan mendapatkan materi teori sekaligus praktik untuk memperkuat kemampuan menghadapi berbagai situasi kedaruratan

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan kondisi geografis Kabupaten Natuna yang didominasi wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelamatan korban kecelakaan. Menurutnya, waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan sering kali cukup lama, baik untuk kejadian di laut maupun di darat.

Dengan kondisi geografis Natuna maka menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi sangat penting. Langkah awal pertolongan yang dilakukan akan sangat berarti untuk tindakan berikutnya.

Abdul Rahman menegaskan bahwa sepuluh menit pertama setelah kejadian merupakan golden time atau waktu emas yang sangat menentukan keselamatan korban. Melalui pelatihan ini, SAR Natuna ingin memastikan semakin banyak personel dan relawan yang memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur sebelum tenaga medis lanjutan tiba.

"Wilayah Natuna memiliki tantangan geografis yang cukup berat, sehingga kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi kebutuhan yang sangat penting. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, menguasai setiap materi yang diberikan, dan mampu menerapkannya saat menghadapi kondisi darurat. Semakin banyak masyarakat dan personel yang memiliki kemampuan Medical First Responder, maka semakin besar pula peluang menyelamatkan korban pada saat-saat kritis sebelum bantuan medis lanjutan tiba."Ujar Abdur Rahman

Materi yang diberikan meliputi penilaian awal kondisi korban, penanganan henti napas dan henti jantung, teknik pengendalian pendarahan, penanganan patah tulang, hingga teknik evakuasi korban. Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan dan simulasi berbagai skenario kecelakaan agar mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kondisi nyata.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya manusia di bidang pencarian dan pertolongan, khususnya dalam memberikan bantuan medis awal di lokasi kejadian. Keberadaan personel yang memiliki kompetensi Medical First Responder dinilai sangat penting, terutama di daerah terpencil dan kepulauan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Dengan bertambahnya jumlah personel terlatih, peluang penyelamatan korban pada situasi darurat diharapkan semakin besar sehingga angka keselamatan dapat terus meningkat. Kantor SAR Natuna berkomitmen menyelenggarakan pelatihan serupa secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah kerjanya.

Melalui pendidikan dan pelatihan Medical First Responder ini, SAR Natuna berharap lahir lebih banyak penolong pertama yang terampil serta sigap. Para petugas penyelamat mampu memberikan respons cepat dalam setiap operasi penyelamatan demi menyelamatkan lebih banyak nyawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....