Mengapa Fauna Indonesia Berbeda-beda?
- 11 Feb 2026 10:44 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harimau dan gajah ada di Sumatera, tetapi tidak ditemukan di Sulawesi atau Papua? Dalam sebuah diskusi mendalam di kanal YouTube Abdel Achrian, pakar geologi Dr. Sc. Rinaldi Ikhram menjelaskan bahwa jawaban dari misteri biologi tersebut tersimpan rapat dalam sejarah pergerakan lempeng bumi jutaan tahun silam.
Dr. Rinaldi menyinggung fenomena Garis Wallace, sebuah garis imajiner yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dengan hewan Australasia. Garis ini membentang di antara Kalimantan dan Sulawesi, serta antara Bali dan Lombok.
"Secara geologi, Indonesia bagian barat seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dulunya adalah satu daratan dengan benua Asia yang disebut Sundaland. Itulah sebabnya hewan-hewan besar seperti gajah, harimau, dan badak bisa bermigrasi dengan jalan kaki ke wilayah-wilayah tersebut saat permukaan laut turun di zaman es," jelas Dr. Rinaldi.
Topik yang paling menarik adalah posisi unik Pulau Sulawesi. Berbeda dengan pulau-pulau di Sundaland, Sulawesi tidak pernah menyatu sepenuhnya dengan daratan Asia maupun Australia. Hal ini menjadikannya "laboratorium evolusi" yang menghasilkan hewan-hewan endemik unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia, seperti Anoa dan Babirusa.
| Baca juga: Asal Usul Kacang Macadamia |
Dr. Rinaldi menjelaskan bahwa Sulawesi terbentuk dari fragmen-fragmen lempeng yang terpisah dan kemudian "bertabrakan" menjadi satu. Isolasi geografis selama jutaan tahun inilah yang memaksa makhluk hidup di sana berevolusi secara mandiri, berbeda dari kerabat mereka di benua lain.
Selain hewan darat, evolusi bentang alam Indonesia juga dibuktikan dengan temuan fosil makhluk laut di tempat yang tidak terduga. Dr. Rinaldi menceritakan bagaimana fosil kerang dan biota laut bisa ditemukan di puncak-puncak gunung tinggi di Indonesia.
"Ini adalah bukti bahwa tanah yang kita pijak sekarang, yang penuh dengan hutan dan kehidupan, jutaan tahun lalu adalah dasar samudera. Proses pengangkatan lempeng tektonik membawa kehidupan laut itu naik ke atas, dan kini menjadi bagian dari pegunungan kita," tambahnya.
Memahami sejarah evolusi dan geologi bukan sekadar mempelajari masa lalu. Dr. Rinaldi menekankan bahwa dengan mengetahui bagaimana pulau-pulau kita terbentuk dan bagaimana flora-fauna beradaptasi, kita bisa lebih menghargai kekayaan hayati Indonesia yang sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan iklim serta aktivitas manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....